Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Miniatur Keliki Kawan Bangkit di ARMA Museum
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Semangat pelestarian seni tradisi Bali kembali digaungkan melalui pameran bertajuk “Om Hara Kailasha Exhibition: Keliki Kawan Miniature Bangkit” di ARMA Museum, Ubud, Gianyar.
Pameran yang berlangsung 17-30 September 2026 tersebut menjadi ruang bagi komunitas perupa Keliki Kawan untuk memperkenalkan kembali seni lukis miniatur yang dikenal dengan ketelitian dan detail rumit pada media berukuran kecil.
Pameran dibuka secara resmi oleh Pendiri ARMA Museum, Anak Agung Gede Rai. Puluhan karya ditampilkan dengan ciri khas detail super rumit yang mengangkat berbagai narasi kehidupan spiritual, ritus kebudayaan, hingga dinamika kehidupan masyarakat Bali.
Karya-karya tersebut menjadi sajian visual yang menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke ARMA Museum.
Ketua Panitia Pameran, I Wayan Mardika, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya seni. Menurutnya, pameran juga menjadi momentum untuk meregenerasi sekaligus membangkitkan kembali eksistensi lukisan miniatur khas Keliki Kawan.
“Pameran ini menjadi momentum bagi kami para perupa untuk menunjukkan bahwa seni lukis miniatur Keliki Kawan masih hidup dan terus berkembang. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga warisan yang telah dirintis para pendahulu,” ujar Mardika didampingi perupa I Nyoman Dira.
Mardika mengakui tantangan terbesar dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi saat ini adalah mempertahankan minat generasi muda. Karena itu, kolaborasi dengan ruang seni seperti ARMA Museum dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus apresiasi masyarakat terhadap seni miniatur Keliki Kawan.
"Kami optimistis seni miniatur Keliki Kawan dapat terus berkembang. Harapannya semakin banyak anak muda yang tertarik belajar dan melanjutkan tradisi ini," tambahnya.
Sementara itu, Pendiri ARMA Museum, Anak Agung Gede Rai, mengapresiasi karya-karya yang ditampilkan para perupa Keliki Kawan.
Menurut Agung Rai, lukisan miniatur Keliki Kawan tidak hanya menawarkan nilai estetika karena ukurannya yang kecil. Proses pembuatannya juga membutuhkan fokus dan kesabaran tinggi dari para perupa.
“Dalam ruang yang kecil, para pelukis Keliki Kawan mampu menghadirkan seluruh kehidupan dunia. Ada pura, pasar, adegan Ramayana, hingga berbagai aktivitas keseharian masyarakat. Setiap detail digarap sangat teliti, mulai dari sehelai rambut hingga ukiran pada candi bentar,” puji Agung Rai.
Agung Rai menilai lukisan miniatur Keliki Kawan merupakan salah satu arsip budaya yang menggambarkan kehidupan Bali. Ia juga melihat munculnya generasi muda Keliki Kawan yang mulai bereksplorasi melalui warna dan tema baru tanpa meninggalkan roh tradisi sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan seni tersebut.
“Selama kesabaran itu masih ada, saya percaya lukisan miniatur Keliki Kawan tidak akan pernah mati. Ia akan terus hidup sebagai cermin kecil yang memantulkan keagungan Bali,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan