Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Motor Mundur Tak Kuat di Tanjakan, Reaksi Ceweknya Disorot
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pengendara motor dan perempuan yang dibonceng olehnya harus mengalami rasa malu. Pasalnya motor besar yang dikendarainya tak kuat di tanjakan.
"Detik-detik motor CB150R tidak kuat ditanjakan," tulis akun agoez_bandz4 pada instagramnya.
Hal yang unik adalah perempuan yang membonceng malah terlihat langsung berlari saat motor oleng mundur.
Akibat berlarian di turunan, perempuan tersebut nyungsep di rerumputan.
Video tersebut tentu mengundang berbagai rekasi dari warganet, bahkan sudah dikomentari lebih dari seribu kali.
"Ceweknya kena azab setelah meninggalkan pacar yang kesusahan," tulis warganet di kolom komentar.
"Yang dibonceng remnya blong," imbuh warganet lain.
"Itu ceweknya ngapain tiduran di rumput," komentar warganet.
"Udah bener-bener anteng dimotor, malah loncat. Terjungkal pula," imbuh warganet lainnya.
Sebenarnya ada cara tersendiri untuk meningkakakan performa motor terutama Honda CB150R. Dalam hal ini Anda perlu mengganti gir belakang dengan mata yang lebih banyak.
Anda cukup menambahkan 2 hingga 3 mata saja untuk mengganti rasio akhir motor. Selain itu, Anda bisa sesuaikan gigi sepeda motor yang dirasa pas dan jangan menurunkan kecepatan di tanjakan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4603 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2063 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1106 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun