Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Munculkan Danau yang Kian Melebar
Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Erna Witoelar mengatakan es yang ada di atas pegunungan Himalaya sudah mencair akibat pengaruh pemanasan global. Tiap tahun berkurang 30 meter sampai 70 meter.
Dari proses pencairan itu kini sudah muncul danau-danau baru yang makin lebar, ujar Erna pada acara Seminar Optimalisasi Peran Ibu Rumah Tangga dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca, di Denpasar, Kamis (6/12).
Selama ini, kata Erna, pegunungan Himalaya telah dianggap sebagai pegunungan es abadi yang tak pernah bisa mencair, sehingga perhatian berbagai pihak yang berkompeten sangat minim.
Terkait hal itu, dia berharap agar dalam konferensi Perubahan Iklim yang tengah berlangsung di Nusa Dua ini lebih berkomitmen kepada upaya-upaya adaptasi. Berbeda dengan Protokol Kyoto yang menekankan pada usaha mitigasi.
Menurut Erna, ketika Protokol Kyoto dicanangkan pada 1997, sesungguhnya saat itu sudah terjadi proses pemanasan global dan perubahan iklim. Hal itu ditunjukkan berbagai bencana skala besar, seperti tsunami.
Menurut Erna, ada sembilan daerah aliran sungai di berbagai negara yang dipengaruhi oleh pencairan es di gunung Himalaya tersebut. Di wilayah itu ada sekitar 1,5 miliar orang yang tergantung dari sungai itu. Di wilayah itu banyak orang miskinnya, dan kemungkinan program MDGs sangat sulit tercapai.
Untuk itu, kata Erna, upaya adaptasi harus dilakukan mulai sekarang, bukan lagi demi anak cucu kita, tapi untuk kita sekarang. Semua orang harus melakukan aksi nyata, misalnya dengan menanam pohon di rumah masing-masing, dan juga di sekolah, dan instansi lainnya.
Pengurus Dharma Wanita se-Indonesia dalam program gerakan nasional sudah berhasil menanam sampai 13 juta pohon secara serenpak dalam satu hari pada 1 Desember lalu.
Di Bali sendiri saatr itu dilakukan penanaman 200 ribu pohon.
Harus dimulai dari disi sendiri, dan kampanyekan kepada orang lain. Menanam pohon saja tidak cukup, tapi harus dipelihara sampai hidup. Sebab selama ini pohon-pohon yang ditanam banyak yang mati karena tidaka dipelihara dengan baik,
ujar Erna. (sss)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan