Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Nengah Gantung Diri di Kandang Babi
Baturiti
BERITABALI.COM, TABANAN.
Diduga menderita gangguan jiwa, Ni Nengah Widi (40) warga Banjar Temacun, Desa Mekar Sari, Kecamatan Baturiti ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kandang babi miliknya.
Korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dengan posisi tergantung oleh mertuanya I Wayan Nadi sekitara pukul 16.00, Selasa Sore (18/8).
Sebelum kejadian, korban sempat pamit kepada Wayan Nadi untuk memberikan ternak babinya makan. Korban kemudian bergegas pergi ke kandang babi yang terletak di ladang sekitar 750 meter dari rumah korban.
Namun setelah dua jam berselang, korban yang biasanya tidak selama itu memberikan babinya makan belum juga datang ke rumah.
Mertuanya korban kemudian berusaha menjemput ke kandang babi. Sampai di kandang babi, korban sudah ditemukan dalam posisi tergantung di gudang penyimpanan makanan babi.
Saksi kemudian menginformasikan kejadian itu ke warga sekitar. Tak lama berselang warga setempat dibuat heboh. Tubuh korban lantas diturunkan dari posisi semula.
Kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan lidah menjulur dan mengeluarkan cairan kotoran dari pantat korban.
Pahumas Polres Tabanan Kompol I Made Mundra membenarkan kejadian itu. Dugaan awal, aksi nekat gantung diri karena sakit jiwa yang diderita korban kumat.
“Korban tewas murni karena gantung diri, hal ini didasari tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,†pungkas Mundra, Rabu (19/8). (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan