Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Norwegia Usir 15 Diplomat Rusia Karena Dianggap Mata-Mata
BERITABALI.COM, DUNIA.
Norwegia mengusir 15 diplomat Rusia karena dianggap sebagai mata-mata sehingga mengancam negaranya.
Diberitakan Reuters, Kementerian Luar Negeri Norwegia menyatakan beberapa petugas intelijen Moskow beroperasi di negaranya dengan memakai kedok pejabat diplomatik.
"Aktivitas mereka mengancam Norwegia," kata Menteri Luar Negeri Norwegia, Anniken Huitfeldt, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/4).
Huitfeldt mengatakan pihaknya telah mengendus kedok para pejabat itu setelah mengikuti kegiatan mereka selama beberapa waktu belakangan.
Para pejabat itu pun diminta segera meninggalkan Norwegia secepatnya.
"Kami telah mengikuti kegiatan mereka dari waktu ke waktu. Mereka telah meningkat sejak invasi ke Ukraina," kata Huitfeldt.
Dengan pengusiran ini, artinya Norwegia telah memulangkan sekitar sepertiga dari total 40 diplomat Rusia yang terakreditasi di Oslo.
Ini merupakan pengusiran terbaru di negara itu sejak Moskow menginvasi Ukraina satu tahun lalu.
Pada April 2022, Norwegia pernah mengusir tiga orang Rusia dari negara mereka.
Selain Norwegia, beberapa negara seperti Estonia, Belanda, dan Austria juga telah mengusir diplomat-diplomat Moskow di tahun ini.
Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bakal merespons Norwegia atas pemulangan diplomatnya, demikian dilaporkan kantor berita Rusia, TASS. Namun, Kemlu Rusia tak merinci apa tanggapan yang akan diberikan pada negara Nordik itu.
Norwegia adalah salah satu anggota aliansi militer NATO yang punya perbatasan dengan Rusia di Arktik.
Pengusiran para diplomat pun dinilai bisa mempersulit proses pemindahan keketuaan Dewan Arktik dari Moskow ke Oslo.
Rusia saat ini memegang keketuaan dewan tersebut. Selanjutnya, posisi itu bakal dilimpahkan ke Norwegia.
Dewan Arktik sendiri merupakan sebuah badan multilateral di mana negara-negara Arktik membahas sejumlah masalah yang memengaruhi kawasan kutub.
Terkait hal ini, Huitfeldt mengatakan masih terlalu dini untuk menilai apakah pengusiran para diplomat itu bakal memengaruhi transisi keketuaan Dewan Arktik.
Dia berujar negaranya masih berusaha mempertahankan hubungan diplomatik dengan Rusia, dan diplomat Rusia tetap diterima di negara mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 627 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 511 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan