Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Obama dan Michele Dihina Wakil Tim Sukses Trump
Sabtu, 24 Desember 2016,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Albany. Carl Paladino, Wakil Tim Sukses Donald Trump mengakui bahwa Ia berharap Presiden Obama mati terkena penyakit 'sapi gila' dan Michelle Obama berubah lagi menjadi lelaki.
Associated Press mengabarkan, pengakuan Carl Paladino disampaikan, atas pernyataan yang diucapkan kepada sebuah harian alternatif, Artvoice, Jumat (23/12).
Saat ditanya, apa yang diharapkan di tahun 2017, Paladino, pengusaha properti AS itu menjelaskan, "Obama mati kena sapi gila karena punya hubungan dengan sapi. Dia harus dikubur di sebuah padang rumput,'' katanya.
BACA JUGA:
Lalu siapa yang tak mau dia lihat lagi tahun 2017? Jawabnya, Michelle Obama.
''Saya berharap dia kembali menjadi lelaki dan terdampar di Zimbabwe, tempatnya yang nyaman hidup di gua bersama gorila, Maxie,'' tulisnya.
Dalam jawabannya lewat surat elektronik, Carl Paladino, menyatakan pernyataannya itu tidak berhubungan dengan masalah rasial. Tapi hal itu sebagai cerminan dari opininya atas hasil kerja presiden selama ini.
"Selamat Hari Natal dan Sukses deh, buat mereka yang tidak suka dengan jawaban saya," tulisnya.
Carl Paladino yang menjadi dewan sekolah di Kota Buffalo, New York itu, juga pernah menyebut Obama bukan beragama Kristen.
"Tak diragukan lagi dia orang Muslim," kata Paladino kepada harian New Yorker Observer.
Pada tahun 2010 Paladino pernah menyebut Obama sebagai 'mucikari', sehingga banyak pihak yang mengkritiknya.
BACA JUGA:
Saat ditanya tanggapannya, juru bicara kubu Trump yang pernah bertemu dengan Carl Paladino, tidak memberi tanggapan atau reaksi. Namun Gubernur New York, Andrew Cuomo menyebut Paladino, musuh politiknya itu "Rasialis, Buruk dan patut dihukum," katanya.
Sejauh ini Gedung Putih belum memberi komentar apapun. Di AS, penghinaan terhadap kepala negara, masih dapat ditoleransi. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026