Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Orang Dekat Winasa Diduga Todong Guru
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rasionalisasi pegawai yang gencar dilakukan Pemkab Jembrana belakangan ini rupanya dipakai sebagai alat oleh seorang preman untuk kepentingan pribadi. Preman yang mengaku orang dekat Bupati Jembrana, I Gede Winasa ini mengancam bisa memutasi guru-guru sekehendak dirinya.
Dari informasi yang dihimpun, Senin (8/2) menyebutkan seorang preman dengan inisial Ucr datang ke sekolah-sekolah menebar ancaman kalau guru-guru sekolah tersebut ada yang akan dimutasi.
“Dia datang membawa kabar kalau akan ada mutasi. Dia juga mengancam kalau salah satu guru ada yang kena mutasi,” ujar seorang guru SD Di Pekutatan yang menolak namanya dionlinekan, Senin (8/2).
Namun, tambah sumber tersebut, dia siap membantu agar guru tersebut tidak jadi dimutasi dengan imbalan sejumlah dana. “Katanya untuk uang transport guna pengurusan masalah tersebut ke Banyuwangi karena Pak Bupati ada di sana,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Jembrana I Gede Winasa ketika dikonfirmasi, Senin (8/2) membantah kalau preman tersebut merupakan orang dekatnya.
“Saya sendiri tidak kenal dengan dia kok,” kilahnya. Dalam hal memutasi guru, Winasa mengaku kalau dirinya berpatokan kepada rasionalisasi yang ada serta untuk kepentingan penyegaran guru, sama sekali tidak ada unsur-unsur subyektifitas.
“Kita sudah punya standar jumlah pegawai, termasuk guru yang kita jadikan patokan dalam menggelar mutasi. Sama sekali tidak ada unsur suka dan tidak suka atau karena desakan seseorang,” tegasnya.
Winasa juga menghimbau kepada guru-guru agar tidak takut dengan ancaman tersebut karena pihaknya tidak mungkin memutasi guru tanpa perhitungan. “Jangan takut, mutasi saya gelar karena semata-mata demi kepentingan organisasi dengan standar yang jelas,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pendidikan Dasar, I Ketut Astika mengaku juga mendengar isu tersebut namun pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan melayangkan edaran ke seluruh sekolah di Jembrana. “Kalau ada oknum yang meminta dana untuk memberi bantuan jangan dilayani tanpa petunjuk dari Dinas Kabupaten,” tegasnya. Astika juga membeberkan jika akan digelar mutasi guru, utamanya guru SD, pihaknya pasti mya pasti merumuskannya dengan pihak koordinator pengawas (korwas), kepala seksi pendidikan di kecamatan, camat.
“Rumusan itu kami tuangkan dalam bentuk usulan ke Bagian Kepegawaian untuk diverifikasi,” bebernya. Adapun patokannya, imbuh Astika adalah rasionalisasi pegawai yang telah ada maupun pertimbangan penyegaran.
“Sama sekali tidak ada karena desakan seseorang atau karena adanya unsur-unsur subyektifitas,” tegasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2657 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2318 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan