Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pedagang Pasar Kumbasari Pilah Barang Dagangan Pascabanjir
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aktivitas para pedagang di Pasar Tradisional Kumbasari, Kota Denpasar, pascabanjir masih dipenuhi dengan kegiatan pembersihan dan pemilahan barang dagangan.
Mereka berupaya menyelamatkan produk yang masih layak jual, sekaligus menyingkirkan barang yang rusak akibat terjangan air.
Baca juga:
Kebakaran Toko Kain di Pasar Kumbasari, Saksi Sebut Pemilik Tidak Meletakkan Dupa di Dalam
Salah satunya dilakukan oleh Anak Agung Ngurah Indra Yamuna, pedagang alat-alat upacara adat Bali. Ia tampak sibuk memilah dagangannya di lapak pasar, Sabtu (13/9/2025).
"Saat ini melakukan evakuasi barang, yang mana saja masih bisa dijual dan tidak. Barang ini masih tersisa di kios-kios, kita rencananya akan bawa pulang, terutama mana masih dapat dibersihkan kita bersihkan saja," ujarnya.
Hal senada disampaikan pedagang roti, Komang Muliartawan. Ia menuturkan bahwa hampir semua dagangannya rusak akibat air banjir yang merendam area bawah Pasar Kumbasari.
"Barang di gudang masih saat itu dan air penuh, jadi hampir 100 persen semua rusak. Kondisi ini menyebabkan barang dagangan menjadi rusak akibat air banjir di aliran sungai Tukad Badung ini," paparnya.
Kedua pedagang ini berharap agar pemerintah dapat lebih cepat turun tangan membantu pembersihan pasar. Dengan begitu, para pedagang bisa segera membuka kembali lapak dan memulihkan aktivitas ekonomi seperti sediakala.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan