Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pelabuhan Celukan Bawang Perketat Pengawasan Hantavirus
BERITABALI.COM, BULELENG.
Meningkatnya kunjungan kapal pesiar internasional ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, membuat pengawasan kesehatan diperketat untuk mengantisipasi penyebaran hantavirus di Bali Utara.
Langkah antisipasi dilakukan menyusul tingginya mobilitas ribuan wisatawan mancanegara dan awak kapal yang masuk melalui jalur laut sepanjang tahun 2026.
General Manager Pelindo Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengatakan pengawasan dilakukan melalui pengendalian hama dan tikus secara rutin di kawasan pelabuhan. Upaya ini penting karena hantavirus dapat menyebar melalui paparan hewan pengerat yang terinfeksi.
“Kami juga berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/5).
Selain pengendalian lingkungan, setiap kapal pesiar internasional yang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan sanitasi secara ketat.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh penumpang maupun kru kapal guna memastikan kondisi kesehatan tetap aman sebelum melakukan aktivitas di wilayah Bali Utara.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada penumpang maupun kru kapal pesiar setiap kapal sandar di Pelabuhan Celukan Bawang,” katanya.
Sebagai langkah penguatan deteksi dini, pihak pelabuhan juga membuka peluang penambahan fasilitas kesehatan, termasuk pemasangan thermal scanner untuk memantau potensi penyakit menular dari luar negeri.
Sepanjang tahun 2026, Pelabuhan Celukan Bawang dijadwalkan menerima 19 kunjungan kapal pesiar internasional. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 10 kapal pesiar telah bersandar dengan membawa sekitar 11.198 penumpang dan 6.183 awak kapal.
Tingginya arus kunjungan internasional tersebut dinilai memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata Bali Utara. Namun di sisi lain, kondisi itu juga meningkatkan risiko masuknya penyakit menular, termasuk hantavirus.
Imron menilai pengawasan kesehatan idealnya sudah dilakukan sejak kapal pertama kali masuk ke pelabuhan di Indonesia, seperti di Pelabuhan Benoa. Dengan demikian, saat kapal melanjutkan perjalanan ke Celukan Bawang, kondisi seluruh penumpang dan kru sudah dipastikan aman.
Dengan meningkatnya intensitas kunjungan kapal pesiar internasional, Pelabuhan Celukan Bawang kini tak hanya menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke Kabupaten Buleleng, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam antisipasi penyebaran hantavirus di Bali Utara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan