Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pembunuh Anak Demi Pesugihan Dicek Psikiater
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masih ingat tersangka Toni Sucipto alias Toni (36), yang tega membunuh Sekar Mayang Ramadani (8) anak kandung sendirinya, demi pesugihan ? Minggu (13/7) kemarin, Toni ternyata sudah diperiksa kejiwaannya di psikiater.
Baca juga:
Penembakan Massal di Kanada, 3 Orang Tewas
Pemeriksaan kejiwaan Toni untuk mengetahui benar tidaknya dia gila. Pemeriksaan ini juga diperuntukkan sebagai pelengkap pemberkasan ke Kejaksaan Negeri Denpasar.
Demikian dijelaskan sumber penyidik Poltabes Denpasar Selasa (15/7). Menurut penyidik, Toni sudah diperiksa Minggu (13/7), oleh psikiater di Dokes (Dokter Kesehatan) RS Trijata Polda Bali. Dikatakannya, pemeriksaan sebatas untuk mengetahui apakah benar Toni mengalami gangguan kejiwaan.
Ditanya apakah kondisinya semakin membaik pasca di dalam penjara Poltabes Denpasar ? Penyidik membenarkan. Dijelaskannya, di dalam tahanan Poltabes Denpasar, Toni terlihat seperti orang waras dan tidak menunjukkan kelainan jiwa.
"Di tahanan dia sehat kok. Obrolannya pun biasa dan tidak menunjukkan kelainan jiwa. Tapi pemeriksaan ke psikiater memang sangat diperlukan," beber sumber yang enggan disebut namanya.
Pemeriksaan ini juga dilakukan sebagai dasar pelengkap pelimpahan berkas ke Kejaksaan. "Rencananya Kamis (17/7) ini, pelimpahan berkas akan dilakukan," ucapnya.
Tersangka Toni Sucipto alias Toni (36) tinggal di Jalan Balangan Hijau VI/6 Ungasan Nusa Dua, pada 7 November 2007 lalu, tega membunuh anak kandungnya sendiri, Sekar Mayang Ramadani.
Baca juga:
Penembakan Massal di Kanada, 3 Orang Tewas
Pembunuhan ini diduga dilakukan demi pesugihan. Bocah perempuan berusia 8 tahun itu, ditemukan tewas mengenaskan di Vila Diana Bali Jalan Krisna Ulur Seminyak Kuta.
Pembunuhan ini terungkap, setelah polisi menerima petunjuk dari tim medis RSUP Sanglah, bahwa korban tewas karena dianiaya. Dari petunjuk hasil visum tim medis, di leher korban ditemukan bekas cekikan dan di kemaluan korban bagian bawah, terjadi penestrasi alias disodomi.
Menerima petunjuk kematian tidak wajar, satuan reskrim Poltabes Denpasar, dipimpin Kompol Rendra Dewayana langsung menyelidikinya.
Sejumlah saksi diperiksa, termasuk pembantu rumah tangga, Nanik. Dari informasi Nanik, diperoleh keterangan bahwa, sebelum meninggal, korban terakhir bersama ayahnya Toni di kamar mandi.
Satuan reskrim Poltabes Denpasar bertindak cepat. Aparat kepolisian menerima informasi tertanggal 23 Mei 2008, bahwa tersangka Toni berada di Jember, bekerja sebagai manajer di sebuah restoran. Walhasil, tersangka Toni ditangkap tanggal 24 Mei lalu sekitar pukul 10.00 Wib dan digelandang ke mako Poltabes Denpasar.
Semula tersangka membantah membunuh anak kandung sendiri. Alasannya, anaknya memang terjatuh dari kamar mandi.
Akan tetapi dari bukti-bukti yang ditemukan polisi tersangka tak bisa berkutik dan mengakui perbuatannya. Polisi menduga, pembunuhan sudah direncanakan demi mencari kekayaan. Namun tersangka membantah. Tersangka mengaku membunuh karena terlilit hutang piutang. Dan, tak ingin anaknya menderita karena ayahnya terbelit hutang. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan