Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Pencoblosan di Wangaya Kelod Tegang
Dauh Puri
Rabu, 9 Juli 2008,
12:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pada saat pencoblosan Pikada Bali di Desa Wangaya Kelod, jalan Kartini, Denpasar, Rabu (9/7) terjadi kekisruhan, dimana warga protes panitia karena sebagian besar warga asli tidak dapat kartu pemilih dan tidak punya hak untuk memilih.
“Hampir 80% dari 800 warga asli Banjar Wangaya Kelod tidak mendapatkan kartu pemilih dalam pilgub Bali saat ini, Sedangkan warga pendatang yang jumlahnya 500 orang semuanya mendapat kartu pemilih, hal tersebut yang menjadi pemicu kekisruhan di Banjar Wangaya Kelod,†ujar seorang tokoh masyarakat Desa Wangaya Kelod, Pande Made Arnaya.
Untuk menghindari terjadinya perpecahan antar warga serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tokoh masyarakat setempat beserta perangkat Banjar Wangaya Kelod, atas persetujuan KPUD Denpasar maka TPS 3,4,5 yang ada di lokasi dipindahkan ke Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja Denpasar.
“Warga asli banjar Wangaya Kelod yang berjumlah 800 orang tersebut pada waktu pemilihan legislatif, pilpres, pemilihan walikota bahkan pemilihan kepala desa yang lalu semua warga disini mendapatkan kartu pemilih,†papar Surya Kesuma selaku Kelian Banjar Adat wangaya Kelod, Denpasar.
Pada saat terjadi kekisruhan tersebut, pihak kepolisian dari Poltabes Denpasar menurunkan 2 kompi pasukan Dalmas untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga. Hingga kini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. (ctg)
“Hampir 80% dari 800 warga asli Banjar Wangaya Kelod tidak mendapatkan kartu pemilih dalam pilgub Bali saat ini, Sedangkan warga pendatang yang jumlahnya 500 orang semuanya mendapat kartu pemilih, hal tersebut yang menjadi pemicu kekisruhan di Banjar Wangaya Kelod,†ujar seorang tokoh masyarakat Desa Wangaya Kelod, Pande Made Arnaya.
Untuk menghindari terjadinya perpecahan antar warga serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tokoh masyarakat setempat beserta perangkat Banjar Wangaya Kelod, atas persetujuan KPUD Denpasar maka TPS 3,4,5 yang ada di lokasi dipindahkan ke Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja Denpasar.
“Warga asli banjar Wangaya Kelod yang berjumlah 800 orang tersebut pada waktu pemilihan legislatif, pilpres, pemilihan walikota bahkan pemilihan kepala desa yang lalu semua warga disini mendapatkan kartu pemilih,†papar Surya Kesuma selaku Kelian Banjar Adat wangaya Kelod, Denpasar.
Pada saat terjadi kekisruhan tersebut, pihak kepolisian dari Poltabes Denpasar menurunkan 2 kompi pasukan Dalmas untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga. Hingga kini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. (ctg)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026