Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Pengemis Omzet Rp1,1 Juta Sehari Terjaring Operasi
BERITABALI.COM, NTB.
Operasi gabungan penertiban anak jalanan (Anjal), gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang digelar Pemkot Mataram, berhasil membuat petugas gabungan kaget.
Pasalnya, dari hasil temuan operasi, ada salah satu pengemis terjaring operasi yang pendapatannya cukup fantastis.
Pengemis yang dijaring razia gabungan disebut pendapatan atau omsetnya mencapai Rp 1,1 per hari. Pengemis ini pun langsung dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kota Mataram, untuk diberikan tindakan lebih lanjut.
“Iya ada orang tua umurnya 72 tahun jadi pengemis di trotoar di depan Mirasa Cakranegara. Itu kan sudah sejak zaman dulu. Pendapatannya fantastis sekali. Paling rendah Rp 500 ribu. Dan kemarin waktu razia pendapatannya sudah mencapai Rp1,1 juta. Kan fantastis sekali ini,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Sudirman, di Mataram, Rabu (24/8).
Penghasilan para pengemis ini cukup tinggi dan beberapa di antara mereka menjadikannya sebagai mata pencarian utama.
“Depan Apollo Fashion terjaring. Kita hitung kemarin itu dapatnya Rp1,1 juta. Memang besar sekali dan bapak itu sudah lama sekali jadi pengemis,” katanya.
Pendapatan salah satu pengemis yang terjaring razia ini memang fantastis. Padahal hanya meminta-minta di pinggir jalan. Setelah didata oleh petugas. Pengemis dengan pendapatan fantastis ini berasal dari Praya, Lombok Tengah.
“Iya dari pendataan dia dari Praya setelah kita tanya, baru hari itu saja pendapatannya sudah Rp 1,1 juta. Bisa jadi juga itu hanya setengah hari. Karena kita operasinya siang hari,” katanya.
Masih dari pendataan petugas gabungan, mereka yang terjaring petugas gabungan, masih didominasi orang dari luar daerah. Banyaknya pengemis yang beroperasi menurut Sudirman, karena penghasilan yang diperoleh cukup besar.
“Ini kan dijadikan ATM sama mereka. Kalau pengemis yang lain ya saya tidak tahu,” katanya.
Jumlah lokasi yang sering didatangi pengemis yaitu sebanyak 38 titik, salah satunya SPBU. Namun pada saat itu, hanya satu pengemis yang berhasil dijaring. Para pengemis yang beroperasi ini secara sembunyi-sembunyi dengan para petugas.
“Misalnya kita berhasil jaring si A dari kota B. Itu paling amannya seminggu hingga dua minggu. Dan ini terus berkesinambungan. Karena nanti ada yang datang lagi dari daerah yang lain,” kata Sudirman.
Untuk memaksimalkan pengawasan anjal dan gepeng, Dinas Sosial menempatkan petugas di semua lokasi. Dipastikan semua titik ini tetap dipantau. Hanya saja, para pengemis tersebut beroperasi ketika para petugas beristirahat.
Baca juga:
Viral Ibu-Ibu Pengemis Pura-Pura Cacat
“Sif pertama itu jam 08.00-13.00, sif kedua itu dari jam 13.00-18.00 sore dan sif ketiga itu dari jam 18.00-23.00 malam,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan