Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
PON XX, Shorinji Kempo Banten Belum Tancap Gas Poll
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Perkemi Prov Banten AKBP Dr. Dewa Wijaya, SH., MH., mengaku telah merasa sangat bangga dengan pencapaian Cabor Shorinji Kempo pada gelaran PON XX Papua baru-baru ini.
Atlet Kempo atas nama Feric Julianto berhasil mengukir prestasi dengan merebut medali perak pada pertandingan nomor Randori Kelas 65 Kg Putra. Feric adalah atlet dari Dojo Perkemi Pemkot Tangerang Kota.
Ia berangkat didampingi Ketua Team Senpai Kusnadi dari Dojo Tangerang Kota dan Sempai Yudhijawan dari Dojo Pemkot Cilegon.
“Satu medali perak dari satu atlet yang dikirim, saya rasa itu sudah prestasi yang luar biasa," Ungkap Dewa Wijaya Ketua Perkemi Prov. Banten saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (15_10_21).
"Dari Koni hanya bisa mengirim satu orang atlet dan satu pelatih pada PON kali ini. Seorang pelatih lagi berangkat dengan biaya suadaya dari Ketum Perkemi Banten. Jadi Cabor kempo yang berangkat hanya 3 orang,” ungkap Dewa melanjutkan paparanya.
Dewa menyebutkan bahwa sebenarnya Kempo Banten memiliki banyak atlet berprestasi yang dinilainya sudah siap bertarung pada tingkat nasional. Banyak juga calon atlet yang sangat mungkin dijaring dan dibina dengan lebih serius, sehingga sangat berpeluang mengharumkan nama Provinsi Banten di kancah nasional seperti PON.
Namun KONI memutuskan hanya memberangkatkan satu atlet saja untuk cabor kempo pada gelaran PON 2021 ini.
“Jumlah tim dan atlet yang berangkat tentu berpengaruh pada mental juang mereka. Dan sebenarnya kami punya banyak atlet dari banyak Dojo yang ada di Banten. Belum lagi jika nanti diberikan perhatian lebih oleh KONI, potensi atlet kami sebenarnya luar biasa,” jelas Ketua Perkemi Prov. Banten yang tercatat masih aktif bertugas di Mabes Polri tersebut.
Meski sudah menyatakan diri cukup puas dengan prestasi yang ditorehkan atletnya, Dewa mengaku masih menyisakan sedikit rasa kurang nyaman karena terbatasnya kuota yang diberikan untuk cabor Kempo. Karena jika dibanding dengan cabor lain, ada cabor yang dinilai sebagai cabor prioritas dan memberangkatkan banyak atlet dan tim namun tidak membawa pulang medali sama sekali.
“Jadi sebenarnya bisa dibilang kami dari Perkemi Banten belum bisa tancap gas poll pada PON XX ini,” sesal Dewa Wijaya.
“Semoga kedepan kempo Banten makin maju dan bertambah terus jumlah Dojo-nya. Sehingga mampu menjaring dan membina banyak atlet muda berbakat. Semua tentu tidak lepas dari peran serta dan dukungan Ketua dan Pengurus Koni Prov. Banten. Karena pembinaan atlet jelas tak mungkin lepas dari keseriusan terkait dukungan anggaran dan pembinaan cabor-cabor di Prov. Banten,” pungkasnya menutup percakapan sore itu.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4603 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2064 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1107 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun