Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Produsen Ancam Penyalur Pupuk Yang
Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Adanya dugaan permainan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Jembrana, selain menyebabkan kelangkaan pupuk tersebut juga membuat harga pupuk bersubsidi membumbung tinggi. PT. Pupuk Kaltim selaku produsen dan penyalur pupuk bersubsidi ke Jembrana mengancam akan menindak tegas penyalur yang berani mempermainkan harga pupuk.
Mencuatnya masalah kenaikan harga pupuk bersubsidi di tingkat petani membuat PT. Pupuk Kaltim selaku produsen dan penyalur pupuk bersubsidi tersebut perlu turun tangan untuk menjelaskan masalah tersebut. Ariyanto, utusan PT. Pupuk Kaltim menegaskan harga eceran tertinggi (HET) pupuk yang dipatok pihaknya hanya Rp. 60 ribu perzak isi 50 kg sampai di penyalur. "Sampai di penyalur harganya hanya Rp. 60 ribu," tandasnya.
Menurutnya, kalau terjadi peningkatan harga sampai ke petani itu dikarenakan ada kesepakatan antara petani dan penyalur mengenai ongkos angkut. "Ongkos angkut tersebut tidak bisa dimasukkan ke dalam harga pupuk. Kami tidak mencampuri adanya kesepakatan-kesepakatan itu sepanjang HETnya tidak dinaikkan," ujarnya.Pihaknya juga tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas kepada penyalur jika coba-coba mempermainkan harga. "Penyalur jangan coba-coba memainkan harga kalau tidak ingin kami tindak tegas," tegasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan