Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Puluhan Lontar Dikonservasi di Museum Semarajaya Klungkung
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melihat proses konservasi Lontar yang dilakukan oleh Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Klungkung di Museum Semarajaya, Klungkung, Jumat (9/10/2020).
Konservasi puluhan lontar dari berbagai jenis ini dilakukan serangkaian Atraksi Budaya Museum Semarajaya tahun 2020 yang dilaksanakan 8-12 Oktober 2020. Dalam atraksi budaya ini juga akan dilaksanakan lomba Mapang Barong dan Mekendangan Tunggal di depan Pemedal Agung di Kabupaten Klungkung pada tanggal (10-11).
Lomba diikuti oleh 7 peserta yang berasal dari masing-masing Kecamatan Se-Kabupaten Klungkung dan akan disiarkan secara virtual dengan aplikasi zoom meeting untuk menghindari banyaknya penonton. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana.
Di sela-sela kunjungan itu, Bupati Suwirta juga memantau beberapa lomba yang dilakukan oleh Penyuluhan Bahasa Bali diantaranya yakni Lomba Nyurat Aksara Bali maupun Restorasi Lontar. Menurut Bupati asal Nusa Ceningan ini Lontar merupakan karya kelasik yang memiliki nilai-nilai pendidikan dan penanaman ajaran agama yang berbeda dalam jalinan pariwisata.
"Jadi kita di Kabupaten Klungkung banyak sekali punya Lontar dan ini baru satu orang menyerahkan sebanyak 59 cakep dengan berbagai jenis," ujar Bupati Suwirta.
Bupati juga berharap untuk kedepannya capekan Lontar ini bisa dipelajari bersama seperti usada dan yang lainnya, sehingga nanti di saat kita membuka isi Lontar-lontar itu mungkin di dalamnya ada konsep pengobatan secara tradisional agar bisa kita pelajari bersama.
"Meskipun saat ini situasi ditengah pendemi Covid-19, para seniman jangan pernah berhenti untuk berkreasi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes)," harap Bupati Suwirta.
Sementara itu, Kordinator Penyuluh Aksara Bali I Wayan Arta Dipta Kabupaten Klungkung mengatakan untuk jumlah Lontar yang dimusimkan saat ini sebanyak 59 sakep yang diserahkan oleh salah satu warga bernama Jero Mangku Sastrawan dari Banjar Bungkil, Desa Sekartaji Nusa Penida.
Lontar tersebut berbagai jenis diantaranya Lontar Parisada, Kawisesan, Pawacekan dan kondisinya ini sebagian besar masih bagus walaupun ada beberapa cakep yang rusak akibat termakan rayap dan terkena air.
"Langkah awal kita ini mengidentifikasi dicari judulnya, jenis Lontarnya termasuk juga indentitas pengarang dan penulisnya. Nah, setelah itu baru akan dilakukan konservasi dimana tahapan konservasi itu ada yang diminyaki agar kedepannya tetap awet dan terjaga dengan sebaik-baiknya," ujar I Wayan Arta Dipta.
Reporter: Humas Klungkung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan