Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ribuan Warga Sudah Bayar Uang Muka
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Hampir setahun lebih Kompor ajaib menggunakan panas sinar matahari buatan Jerman yang dijanjikan oleh PT Sinar Matahari kepada masyarakat Tabanan hingga hari ini tak kunjung datang.Padahal sekitar ribuan masyarakat Tabanan telah membayar sebesar Rp 50 ribu untuk mendapatkan kompor yang katanya hemat energi itu.
Keadaan ini membuat para Perbekel (Kepala Desa, Red) di Tabanan kewalahan karena terus ditanya oleh warganya terkait kedatangan kompor ajaib tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Forum Perbekel Tabanan I Wayan Alit Sutama didampingi wakil ketuanya Wayan Dika Sumantra, Minggu (10/2).
Alit Sutama menjelaskan dia kerap ditanya oleh warganya yang telah membayar Rp 50 ribu kepada pihak PT Sinar Matahari satu tahun silam. “Saya hampir malu karena terus ditanya warga saya terkait kedatangan kompor tenaga matahari itu,” jelas Sutama yang juga Perbekel Desa Bajra.
Karena malu dan terus ditanya, dia kemudian berusaha menghubungi pihak PT Sinar Matahari terkait keterlambatan datangnya kompor tersebut. “ Kami hanya mendapatkan informasi dari pihak PT Sinar Matahari yang mengatakan kompor sudah dalam peroses pengiriman,” jelas Suatama.
Sementara itu Dika Sumatra pebekel Mambang, Selemadeg Timur mengatakan hal serupa. Dika menjelaskan pihaknya sudah berusaha sekuat tenaga meredam emosi masyarakatnya yang terus menanyakan kedatangan kompor ajaib.
“Kami mohon pihak terkait segera menindaklanjuti permasalahan ini, karena masyarakat tidak mau tahu permasalahan apa yang terjadi sehingga kompor yang dijanjikan pihak PT Sinar Matahari datangnya tak pasti, masyarakat hanya mau mendapatkan kompor yang telah dibayarnya,” jelas Dika.
”Memang beberapa waktu lalu sebagian masyarakat telah diberikan pelatihan menggunakan kompor tersebut, dan hal itu saya kira sebagai pemanis bibir dari pihak distributor saja,” tuding Dika yang dikenal vokal diantara Perbekel yang ada di Tabanan.Pertanyaan serupa juga kerap diterima oleh Perbekel Desa Samsam, I Dewa Ketut Ari Wibawa. “Kami juga sering mendengar dan menerima keluhan terkait belum datangnya kompor ajaib buatan Jerman itu,” katanya singkat. (Nod)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5887 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2586 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan