Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Singakren Festival 2026 Angkat Budaya Multietnis di Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kecamatan Buleleng kembali menyiapkan ajang budaya dan kreativitas masyarakat melalui Singakren Festival 2026 atau Singaraja Kreativitas Seni Festival. Kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5) di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.
Festival ini mengusung tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.
Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, saat ditemui Selasa (5/5) sore mengatakan, Singakren Festival menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya multietnis yang telah lama hidup dan berkembang di Buleleng sejak masa kerajaan Anglurah Panji Sakti.
Menurutnya, festival ini akan menghadirkan pertunjukan akulturasi seni modern dan tradisional dari berbagai etnis, mulai dari budaya Bali, Tionghoa, hingga Bugis.
“Buleleng sejak dulu dikenal dengan keberagaman budayanya. Nilai tradisi ini yang terus kami jaga dan lestarikan, lalu kami kemas dalam festival agar bisa dinikmati masyarakat luas,” ujar Gopi.
Pada pembukaan festival, masyarakat akan disuguhkan kolaborasi seni tradisional Bali, barongsai khas Tionghoa, hingga hadrah dari budaya Bugis yang masih lestari di Kecamatan Buleleng.
Salah satu penampilan utama adalah tari kolosal multietnis yang melibatkan 87 penari laki-laki dan perempuan dari berbagai usia serta didukung 26 penabuh. Seluruh keberagaman budaya tersebut akan diiringi gamelan gong kebyar khas Buleleng.
“Biasanya pertunjukan multietnis menggunakan musik berbeda-beda, tapi kali ini kami satukan dengan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng,” jelasnya.
Tak hanya menampilkan seni budaya, Singakren Festival juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai produk unggulan dari sektor kuliner, agro, kriya, hingga fashion akan ditampilkan selama festival berlangsung.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan modern dan sosial seperti e-sports, edukasi pengelolaan sampah, fun run, donor darah, cek kesehatan gratis, hingga layanan pap smear gratis untuk 300 peserta di Klinik Sutji Medika.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas seni kreatif, generasi muda, hingga ibu-ibu PKK desa dan kelurahan se-Kecamatan Buleleng.
“Ini bukan hanya festival hiburan, tetapi juga bagian dari penguatan ekonomi kreatif, promosi pariwisata, serta edukasi lingkungan melalui kampanye penanganan sampah,” kata Gopi.
Beragam pertunjukan lain seperti gong kebyar anak-anak, angklung kreasi, tradisi ngoncang, tari joged, hingga musik modern juga akan meramaikan festival.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, total anggaran yang digunakan mencapai lebih dari Rp430 juta. Dari jumlah tersebut, Rp160 juta bersumber dari DPA Kecamatan Buleleng, sementara sisanya berasal dari dukungan sponsor dan donatur.
Melalui Singakren Festival 2026, Kecamatan Buleleng berharap warisan budaya, keberagaman etnis, serta potensi ekonomi lokal dapat semakin dikenal luas sekaligus menjadi daya tarik pariwisata baru di Kecamatan Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5888 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2586 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan