Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Siswa SDN 4 Pupuan Olah Jahe Lokal Jadi Minuman Segar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kreativitas siswa SDN 4 Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dikembangkan melalui pembelajaran berbasis potensi lokal. Salah satunya lewat praktik membuat dan menyajikan teh jahe segar dari hasil pertanian Desa Pupuan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal potensi pertanian di lingkungan sekitar sekaligus memahami pemanfaatan komoditas lokal melalui proses pembelajaran yang lebih kontekstual.
Kepala SDN 4 Pupuan, I Made Suarnita, mengatakan Desa Pupuan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jahe di wilayah Tegallalang. Potensi tersebut dimanfaatkan sekolah untuk mengenalkan kekayaan alam desa kepada peserta didik sejak dini.
“Pupuan merupakan salah satu penghasil jahe yang cukup dikenal di Tegallalang. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai hasil pertanian lokal yang menjadi kebanggaan desa,” ujarnya.
Menurut Suarnita, teh jahe dipilih karena mudah dibuat dan merupakan minuman tradisional yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Jahe juga dikenal sebagai tanaman herbal yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan praktikum tersebut, siswa mengikuti sejumlah tahapan. Mereka diajak mengenali karakteristik tanaman jahe secara langsung dari hasil pertanian desa, kemudian mempraktikkan proses membersihkan, meracik, hingga mengolah jahe menjadi teh siap saji.
Siswa juga dikenalkan pada nilai tambah komoditas pertanian sehingga hasil bumi tidak hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.
Suarnita menjelaskan, pembelajaran berbasis potensi desa menjadi salah satu upaya sekolah mendukung pendidikan kontekstual. Materi pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
“Kami ingin siswa memahami bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dari lingkungan sekitar. Potensi desa seperti jahe dapat menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap daerahnya,” katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan