Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Siswa SMA Dipukul Guru BK Hingga Retak Lutut dan Kaki Bengkak
BERITABALI.COM, NTB.
MAS (15 tahun), asal Kecamatan Belo Kabupaten Bima menjadi korban kekerasan di sekolah di SMAN 1 Belo Kabupaten Bima. MAS dipukul oleh guru Bimbingan Konseling hingga mengalami bengkak pada kaki dan lutut retak.
Kepada sejumlah media, kakak kandung korban, Akhyar yang dikonfirmasi mengungkap, peristiwa yang dialami adiknya tersebut terjadi di sekolah. Kejadian itu bermula saat korban sedang berjalan bersama sejumlah rekannya, menuju ruang kelas.
Tiba-tiba beberapa siswa lain, datang dari arah belakang dan langsung memukul korban hingga jatuh tersungkur di tanah. Melihat hal tersebut, rekan korban berusaha melawan, hingga berujung perkelahian.
"Adik saya bersama temannya mencari bantuan dengan lari menuju ruang guru," ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8).
Namun langkah tersebut, tidak membuat MAS dan rekannya mendapatkan perlindungan.
"Lutut adik saya retak dan kaki bengkak sampai sekarang," ujar Akhyar.
Dia menambahkan, ada kondisi siswa lain yang juga hingga mengeluarkan darah di mulutnya akibat pukulan sang guru BK. Hal lain yang diungkap Akhyar, kini adiknya tersebut terancam dikeluarkan dari sekolah.
Pihaknya sempat mendatangi sekolah, setelah mengetahui kondisi MAS dipukuli guru. Pihak sekolah pun sudah mendatangi kediaman dan melihat langsung kondisi korban, MAS. Akan tetapi lanjut Akhyar, tidak hanya itu yang diinginkan keluarga.
"Sekolah harus panggil dua siswa yang berkelahi, ada apa dan siapa yang sebenarnya salah. Jangan semuanya dihukum. Malah ini adik saya mau dikeluarkan," ujarnya dengan nada ketus.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Belo Muhammad Nur yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia peristiwa itu terjadi pada 1 Agustus lalu, yang diawali dengan kejadian tawuran antara siswa dari Desa Cenggu dan Renda.
Kepsek menceritakan, pada hari kejadian terdapat dua kali tawuran yakni pada pagi dan siang hari. Guru yang mendapati tawuran pada siang hari, mencoba melerai para siswa dan saat itulah insiden pemukulan terjadi.
"Guru tidak sengaja memukul. Karena banyak siswa, tahu kondisi ramai seperti itu jadi tidak sengaja kena," kata Muhammad Nur, dikutip Tribun lombok.
Ia juga menambahkan, guru yang memukul sudah dipanggil dan dimintai keterangan.
"Guru pun sudah mengakui kesalahannya tersebut dan itu tidak disengaja," tegasnya.
Sejauh ini, sekolah sudah berkunjung dan menjenguk siswa yang menjadi korban. Pihak sekolah juga memastikan, akan mengobati dan menanggung seluruh biaya yang ditimbulkan atas luka dari siswanya tersebut.
"Ini bentuk tanggungjawab sekolah terhadap kejadian ini," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan