Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Survei FSI: Jokowi Menurun, Prabowo Naik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Fokus Survei Indonesia (FSI) merilis hasil survei. Nama Prabowo Subianto berada di puncak. Sementara Jokowi tercecer di posisi bawah. FSI merilis hasil penelitiannya mengenai jejak pendapat Masyarakat terkait elektabilitas calon presiden menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Hasilnya, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati keterpilihan tertinggi dengan 33,6 %. Direktur FSI Soedarsono mengatakan, tingginya elektabilitas Prabowo itu karena masyarakat saat ini lebih mengenal dan mengetahui sosok mantan Danjen Kopassus tersebut sebagai tokoh partai politik.
Di posisi kedua, ada nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan 18,2 % sebagai tokoh partai politik yang dikenal masyarakat. "Prabowo-Gerindra 33,6 %, Megawati-PDI-Perjuangan 18,2 %, ARB-Golkar 12,3 %, Akbar Tandjung - Golkar 8,4 %, Amin Rais-PAN 7,1 %, dan Wiranto-Hanura 5,2 %," papar Soedarsono di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Yang mengejutkan dalam temuan survei FSI ini adalah menurutnya elektabiltas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. Padahal, nama Jokowi selama ini terus bertengger diposisi atas dalam beberapa survei. Elektabilitas Jokowi dalam temuan survei FSI ini hanya mencapai 5,2 persen, disusul oleh Pramono Edhie Wibowo-PD 3,7 %, Ani Yudhoyono-PD 2,7 %, Muhaimin Iskandar-PKB 1,4 %, Yusril Ihza Mahendra-PBB 1,1 %. Surya Paloh-Partai NasDem 1,1 %, Sutiyoso-PKPI 1,1 %, Suryadharma Ali-PPP 0,9 %, Hidayat Nur Wahid-PKS 0,8 %, dan Hatta Rajasa-PAN 0,7 %.
Menurut Soedarsono, keterpilihan Prabowo itu menunjukan bahwa masyarakat lebih suka sosok dan gaya kepemimpinannya yang anggap dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia. Meski demikian kata dia, responden tidak mengatakan Jokowi jelek. "Jokowi sebagai walikota Solo belum menyelesaikan jabatannya, ditambah saat ini dia menjabat sebagai gubernur. Apalagi, Jokowi belum mampu menghadapi tekanan yang lebih besar. Selain itu, PDI Perjuangan juga belum tentu mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2014," tuturnya.
Soedarsono menjelaskan, berdasarkan hasil surveinya, mayoritas masyarakat menginginkan pemimpin yang tegas dan mampu menyelesaikan kasus-kasus korupsi serta dapat memberikan kesejahteraan bagi Indonesia. "Bangsa kita buruh strong leadership, tegas, menyelesaikan kasus korupsi, mencegah disintegrasi bangsa yang terjadi agar kita tidak dilecehkan pihak-pihak asing. SBY - Boediono tingkat kepercayaan masyarakat menurun. Keinginan perubahan yang tegas saat ini melihat Pak Prabowo," kata dia.
Survei tersebut dilaksanakan pada 3 Januari - 21 Januari 2014 dan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 3.274. Sampel yang berhasil dianalisis adalah. 3.256.
Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan margin error sekitar 1,72 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini juga dilakukan di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan