Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tahun 2009 Indonesia Bisa Ekspor Beras
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perusahaan umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) optimistis dua tahun mendatang, Indonesia bisa menghentikan impor beras dari luar negari, bahkan sebaliknya bisa menjadi negara pengekspor beras. Syaratnya bila semua instansi terkait seperti Departemen Pertanian, Pekerjaan Umum (PU) mau bekerja keras.
“Kami optimis peluang menggenjot produksi beras di dalam negeri sekaligus menghentikan impor sangat besar. Sehingga bila selama ini arah panah ke dalam negeri (impor, red), maka pada 2009 bisa terbalik, panah mengarah ke luar (ekspor),” ujar Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar, usai membuka acara World Rice Commerce 2007, di Nusa Dua, Rabu (31/10).
Baca juga:
Selain Eks Bupati, 5 OPD Tabanan Dapat Jatah
Keoptimisan Bulog bisa menghentikan impor dan sekaligus mengekspor beras, menurut Mustafa, ada beberapa faktor. Antara lain, munculnya sejumlah benih padi unggulan yang baru, yang mampu meningkatkan produksi secara signifikan.
“Kalau benih selama ini hanya mampu menghasilkan 4-5 ton/ha, maka benih yang baru bisa menggenjot 8 ton bahkan ada yang sampai 12 ton gabah/ha. Dengan lonjakan ini, diperkirakan bisa mengangkat produksi beras sampai 50%,” papar Mustafa.
Faktor lain, lanjut Mustafa, perhatian pemerintah dalam perbaikan irigasi yang dianggarkan dalam APBN. Infrastruktur irigasi yang selama ini terlantar sekitar 7 tahun, bisa berfungsi kembali dengan baik, sehingga mengoptimalkan produksi persawahan. “Pihak perbankan juga sangat diperlukan untuk membantu permodalan petani, sehingga produksi lebih tinggi,” ujar Mustafa.
Mustafa mengakui, kalau tahun ini Indonesia masih menuntaskan impor beras 1,5 juta ton. Yang sudah masuk ke dalam negeri 1 juta ton, sedang sisanya belum tiba di tanah air. Sebanyak 200 ribu ton di antaranya dalam perjalanan menuju Indonesia.
“Untuk tahun depan, sedang diteliti seberapa banyak Indonesia masih perlu impor beras. Minggu depan sudah ada perkiraan awal soal kebutuhan impor pada akhir tahun atau awal tahun depan,” ujar Mustafa.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5883 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2584 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan