Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tempat Tukik Dari Gubug Reot
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih yang berdiri tahun 1997 mengalami kesulitan dana operasional untuk menyelamatkan berbagai spesies penyu yang hampir punah. Padahal kelompok pelestari penyu satu-satunya di Jembrana yang berlokasi di Desa Perancak, telah berhasil menyelamatkan ribuan telur penyu untuk ditetaskan menjadi tukik yang siap dilepaskan ke habitat aslinya.
I Ketut Tirta, ketua kelompok, Sabtu (8/11) mengatakan, dana operasional yang diberikan oleh Pemkab Jembrana dan Pemprop Bali yang totalnya sebesar Rp.25 juta setahun tidak cukup untuk menyelamatkan telur-telur penyu yang kian lama kian bertambah.
"Dana tersebut kita gunakan untuk merawat sarang buatan yang tiap sarang berisi 100-140 butir telur yang siap ditetaskan, untuk pakan tukik sebelum dilepaskan ke habitat asalnya dan biaya pengganti untuk telur penyu yang ditemukan oleh masyarakat yang nilainya Rp. 1.000 per butir," terangnya.
Menurut Tirta, dalam setahun kelompoknya memerlukan biaya operasional sebesar Rp. 84 juta untuk merawat ribuan butir telur yang siap ditetaskan. "Lantaran kekurangan dana operasional, bangunan untuk merawat tukik yang baru menetas masih menggunakan bahan seadanya sehingga terlihat seperti gubuk reot,"ujarnya.
Selama ini, kata Tirta, untuk menutupi kekurangan biaya operasional itu, kelompok yang beranggotakan 14 orang melakukan terobosan dengan melakukan pola bapak asuh atau adopter kepada telur-telur penyu yang akan ditetaskan. "Setiap adopter, kita kenakan biaya Rp. 500 ribu untuk 1 sarang. Biaya ini digunakan untuk merawat sarang buatan dan tukik yang baru menetas atau selama menunggu tukik itu benar-benar siap dilepas
"Saat ini kebanyakan adopter adalah turis asing terutama Australia, namun bantuan mereka belum cukup karena saban tahun jumlah telur yang masuk ke tempat kami terus bertambah,"terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5889 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan