Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tertimpa Tembok, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka
BERITABALI.COM, TABANAN.
Naas menimpa I Komang Liarsa (35) buruh asal Bontiying, Kubutambahan, Buleleng, tewas dengan kepala pecah setelah tertimpa tembok penyengker Pura Puseh Bale Agung Desa Pekraman Baturiti di Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Tabanan, Selasa (1/4). Tragedi yang terjadi sekitar pukul 7.30 Wita juga mengakibatkan persendian bahu kiri korban lepas, begitu juga dengan paha kanannya patah. Sementara itu tiga rekan Liarsa yakni I Wayan Serimin (40), I Ketut Seriada (30) dan I Gede Rencana (30) selamat dalam tragedy tersebut.
Ketiganya hanya mengalami luka-luka. Menurut informasi yang dihimpun Beritabali.com menyebutkan, kecelakaan kerja itu berawal ketika empat buruh bangunan dibawah naungan PT Trang Jaya melakukan penggalian tanah untuk membuat gorong-gorong. Penggalian itu dilakukan di sekitar tembok penyengker Pura Puseh Bale Agung Desa Pekraman Baturiti yang baru selesai dibangun. Panjang tembok penyengker itu sekitar 40 meter dengan ketinggian 5 meter. Tak diduga, tembok penyengker yang baru selesai dibangun itu tiba-tiba roboh sepanjang 24 meter. Tak pelak keempat buruh asal Buleleng yang sedang melakukan penggalian tidak bisa mengelak dan menghidar.
Keempatnya kemudian terimpa tembok. Sontak saja kejadian itu membuat warga sekitarnya berhamburan memberikan pertolongan kepada keempat korban. Luka yang paling parah diderita oleh I Komang Liarsa (35) kepalanya pecah, persendian bahu kirinya lepas dan menderita patah paha kanan. Nyawa nya pun tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia di TKP. Sementara tiga rekannya, I Wayan Serimin (40) mengalami luka robek kaki kiri, Ketut Seriada (30) mengalami lecet pergelangan kaki kanan dan I Gede Rencana (30) mengalami luka tusuk paha kanan.
Keempatnya kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat. Kapolsek Baturiti AKP Subawa saat mendampingi Pahuma Kompol IWG Suwahyu seizin Kapolres Tabanan membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, penyebab kejadian diduga karena tembok penyengker yang baru selesai dibangun masih labil. Apalagi intensitas turunnya hujan sangat tinggi, sehingga tembok yang baru dibangun mudah roboh. "meninggalnya korban murni karena kecelakaan kerja," jelasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan