Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tewasnya Putri Diana Murni Karena Kecelakaan
London
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, London. Kepolisian Inggris mengatakan telah merampungkan penyelidikan terhadap informasi baru atas kematian Puteri Diana pada 1997, tetapi media melaporkan “tidak bukti-bukti yang bisa dipercaya” yang mengungkap kematiannya.
Markas besar kepolisian Scotland Yard mengumumkan pada Agustus lalu sedang meneliti informasi yang baru masuk terkait kemataian Diana dan pacarnya Dodi al-Fayed, termasuk tuduhan mereka dibunuh oleh militer Inggris.
“Dinas Kepolisian Metropolitan (MPS) menjaring semua informasi yang relevan dan menguji kredibiltas informasi tersbut,” tulis MPS dalam pernytaannya yang dirilis Senin (16/12/2013), seperti dikutip AFP. Pernyataan formal akan dibuat pada Selasa ini (17/12/2013), tambah MPS.
Asisten Komisaris Polisi Mark Rowley sudah menyiapkan laporan ringkas penyelidikan kepada semua pihak yang berkepentingan.
Diana dan Dodi terbunuh dalam kecelakaan mobil di jalan terowongan di Paris pada dini hari 31 Agustus 1997, bersama sopir pribadi Henri Paul. Henri terbukti mabuk dan kandungan alkohol dalam darahnya tiga kali lebih tinggi dari ambang ketentuan yang berlaku di Perancis.
Bisa dimengerti bahwa klaim yang menyebut seorang anggota pasukan elite angkatan darat resimen Special Air Service (SAS) dinyatakan terlibat. Info ini diungkap oleh bekas mertua seorang tentara. Berdasar informasi inilah sang bekas mertua itu mengoceh tentang peristiwa lama tersebut.
Sky News yang mendapat tembusan ringakasan laporan penyeldikan, melaporkan bahwa penyelidikan tidak menemukan “bukti yang meyakinkan” bahwa SAS terlibat.
“Mungkin saja komentar yang menudugh keterlibatan SAS itu dibuat-buat, karena tidak ada bukti relevan yang mendukung teori bahwa klaim keterlibatan SAS itu ternyata tak berdasar,” lapor Sky News mengutip ringkasan laporan itu.
Operasi Paget adalah nama operasi penyelidikan Kepolisian Inggris selama dua tahun mengenai sejumlah teori konspirasi terkait kecelakaan mobil di Paris itu.
Penyelidikan ini diketuai oleh bekas polisi Inggis paling top, John Stevens, yang pada 2006 menyimpulkan semua tuduhan keterlibatan SAS itu sama sekali tidak berdasar. Termasuk klaim dari keluarga konglomerat Mesir al-Fayed. (bbn/inilah)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan