Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tilem Kawulu, Ribuan Krama Hindu Lombok Gelar Ritual Ngesanga di Pantai
BERITABALI.COM, NTB.
Sebagian umat Hindu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) merayakan hari raya Kesanga atau Ngesanga, Senin (20/2), bertepatan dengan Tilem Kawulu.
Ribuan krama Hindu Lombok khususnya di Kota Mataram dan Lombok Barat, datang ke pantai melaksanakan persembahyangan. Layaknya saat hari raya Galungan, masing-masing membawa banten, soda dari rumah, dan megibung (makan bersama dalam satu wadah) usai sembahyang.
Mulai pagi, krama Hindu Lombok di Kota Mataram sudah berdatangan ke Pantai Loang Baluq, kawasan wisata yang ada di wilayah Tanjung Karang. Siang, dan sore hari hingga semakin malam, warga semakin ramai datang.
Puspawati, dari Puri Paguyangan Banjar Intaran, Pagutan, Kota Mataram misalnya, datang sembahyang ke pantai Loang Baluq dengan keluarga besar. Termasuk memboyong tiga cucunya.
"Memang tradisional tiap tahun merayakan Ngesanga di sini. Maturan ke leluhur, natab, Ngesanga ini dirayakan sebulan sebelum hari raya Nyepi, " kata Puspawati, warga Hindu Lombok namun memiliki leluhur di Bali di Angentelu Karangasem.
Dijelaskan oleh Puspawati, di Lombok Ngesanga itu ada yang merayakanya di Sasih Kawulu, ada yang melaksanakan di sasih Kesanga sehari sebelum Nyepi.
"Yang biasa merayakan Ngesanga di sasih Kawulu, itu sudah jadi tradisi," jelasnya.
Di pantai Loang Baluq, warga Hindu dari Lombok Tengah, Narmada dan berbagai wilayah di Lombok berkumpul melaksanakan sembahyang Kesanga. Keramaian Ngesanga juga terlihat di pantai Pura Segara Ampenan Kota Mataram, dan pantai Melase, di Senggigi Lombok Barat.
Jero Mangku Jayas Sanudra pangempon Pura Segara menerangkan, Ngesanga ini dibarengi dengan upacara ngepik/nangluk merane, dan mesode. Menghaturkan saji kepada roh-roh yang sudah suci, Pitre, dan leluhur.
"Inj nenyambut kesange nya niki. Dilaksanakan di sasih Kawulu, " jelasnya.
Setelah sembahyang di jeroan pura Segara, Jero Mangku Jayas Sanudra menyebutkan krama ngaturang pangubakti. Lalu umat keluar ke pantai menghaturkan sajian kepada leluhur-leluhur dan ngaturan bakti kembali sebagai wujud bakti.
"Sampai sekarang sampai malam masih ada yg datang," ucapnya.
I Nengah "Ichal' Sugiartha, tokoh Hindu Pajang Mataram menuturkan Ngesanga hanya dilakukan di Lombok. Khususnya umat Hindu Bali yang leluhurnya berpindah ke Lombok ratusan tahun lalu.
Secara umum, Ngesanga tidak jauh berbeda dengan hari raya lainnya, seperti Galungan dan Kuningan. Umat beribadah dan berdoa di Pura umum dan Pura keluarga sebagai ungkapan kesyukuran. Ngesanga ini dirayakan pada bulan Tilem Kewalu (ke delapan) setiap tahunnya.
"Tradisi Ngesanga sudah dilakukan masyarakat Hindu di Lombok. Terutama bagi mereka yang leluhurnya pindah ke Lombok sejak ratusan tahun lalu," tuturnya.
Dalam perayaan Ngesanga, sajian utama yang disuguhkan adalah Ketupat dengan menu makanan berupa Tum. Ini olahan daging ayam atau bebek yang dibungkus daun pisang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5888 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2586 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan