Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tujuh Bocah Di-Panwaslu-kan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
pemiluLantaran merusak puluhan poster milik Nengah Cantra, salah seorang caleg, 7 bocah belia dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jembrana. Ketujuh bocah tersebut diadukan oleh Cantra lantaran telah merusak puluhan poster ukuran 50x80 cm yang terpasang di Lingkungan Dewasana, Pendem, Jembrana.
Cantra ketika ditemui Beritabali.com di Kantor Panwaslu Jembrana, Senin (23/3) mengungkapkan pada tanggal 15 Pebruari lalu dirinya baru memasang puluhan poster tersebut. Namun dirinya mendapatkan puluhan poster tersebut rusak sejak 24 Pebruari lalu.
“Poster-poster tersebut dirusak dengan cara dipoles dengan tanah/lumpur dan dirobek dengan silet,” terangnya. Kendatipun telah cukup lama mengetahui kalau poster-posternya itu telah dirusak, namun Cantra memilih tidak melaporkannya dulu lantaran ingin menyelidiki siapa yang melakukan tindakan perusakan tersebut. “Saya menemukan poster-poster saya rusak sejak 24 Februari lalu, tapi saya belum laporkan, tapi saya telusuri dulu pelakunya,” katanya.
Dari penelusuran itu, Cantra menemukan kalau poster-posternya itu dirusak oleh 7 orang anak-anak, yanki Putu E.D (14), Sm, Dek U, Dek Y, Tu E, Yg (12) serta Wah D (11). “Setelah menemukan siapa pelakunya baru saya laporkan ke Panwaslu. Saya juga bawa barang bukti tiga buah poster milik saya yang telah rusak,” tandasnya.
Ketua Panwaslu Jembrana, Wayan Wasa ketika dikonfirmasi, Senin (23/3) membenarkan adanya laporan tersebut dan langsung melakukan klarifikasi dengan memanggil ketujuh anak-anak yang diduga menjadi pelaku perusakan tersebut. Dari pantauan di Kantor Panwaslu, Senin (23/3) ketujuh anak tersebut datang dengan diantar oleh orang tuanya masing-masing dan didampingi oleh Kepala Lingkungan Dewasana, Wayan Widastra.
Selain itu, Nengah Cantra juga hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam keterangannya, ketujuh bocah tersebut mengakui kalau perbuatan mereka hanya iseng saja setelah mereka menemukan silet di pinggir jalan. Sementara itu, para orang tua bocah mengatakan tidak pernah menyuruh anak-anak mereka untuk merusak poster milik Nengah Cantra.
“Pasca kejadian itu, kami sebenarnya sudah datang ke rumah Pak Nengah Cantra untuk memintakan maaf kelakuan anak-anak kami. Bahkan sampai dua kali karena kami tidak ingin kasus ini dilanjutkan,” kata Gusti Kade Wiratama orang tua Wah D dan Gede Wadra orang tua Dek Y hampir berbarengan.
Dari pertemuan yang penmuh kekeluargaan dan Panwaslu menjadi mediatornya, akhirnya disepakati kalau kasus tersebut tidak dilanjutkan alias damai.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan