Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Buleleng Gencarkan Vaksinasi Dan Depopulasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Secara beruntun dalam sepekan terakhir di Buleleng sejumlah unggas ditemukan mati secara mendadak. Dan laporan terakhir menyebutkan kematian unggas secara mendadak itu terjadi di Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt, dan Desa Banyuseri Kecamatan Banjar.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Putu Ardika mengungkapkan, Tim Flu Burung disingkat TFB Kabupatan Buleleng, banyak menerima laporan unggas mati secara mendadak.
"Memang, saat ini salah satu gejala flu burung yakni unggas mati mendadak sangat banyak. Namun, bukan berarti semuanya positif flu burung," tegas Ardika.
"Dari hasil observasi terhadap unggas yang mati mendadak, tidak semuanya positif flu burung. Ada empat ekor unggas yang positif flu burung. Dan hasil observasi terhadap unggas yang mati mendadak di desa Kalibukbuk dinyatakan negatif," papar Kadistanak Buleleng Ardika.
Menurut Ardika, dari hasil obesrvasi yang dilakukan, akan diambil tindakan depopulasi terhadap unggas yang positif flu burung atau vaksinasi terhadap unggas yang belum terinfeksi ataupun suspect flu burung. Dari catatan TFB Kabupaten Buleleng, suspect flu burung yang terjadi baru sebatas pada unggas.
"Belum ditemukan pada manusia. Kita juga mengintensifkan koordinasi dengan anggota TFB dari Dinas Kesehatan dalam hal pemantauan suspect flu burung yang mungkin terjadi pada menusia di Buleleng," tegas Ardika.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan