Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
SMS Misterius Batalkan Aksi Tim Relokasi
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tim gabungan yang akan merelokasi pedagang Pasar Anyar ke Pasar Mumbul, Jumat (18/1) pagi telah terjun. Namun aneh, aksi relokasi tim mendadak berhenti ditengah jalan lantaran sebuah SMS atau pesan singkat.
Menurut informasi, tim yang terdiri dari Sat Pol PP dan petugas pasar itu sempat menertibkan beberapa pedagang di Jalan Diponogoro dan Jalan Sawo. Namun, gara-gara ada pesan singkat berantai, tim mendadak berhenti menggelar penertiban. Bahkan, tim langsung membubarkan diri.
Pesan singkat berantai itu bertuliskan, 'Ditunda, jam 12 rapat di ruang Kresna'. Isu yang beredar, pesan singkat yang diteruskan ke masing-masing tim dikirim oleh Wakil Bupati Buleleng sendiri.
Terkait dengan informasi itu, Wakil Bupati Buleleng, Made Arga Pinatih saat hendak dikonfirmasi, memilih aksi tutup mulut. Wakil Bupati Arga Pinatih tanpa basa-basi langsung pergi.“No comment,” ujarnya singkat sambil berlalu.
Sebelumnya, Asisten II Setda Buleleng, Ketut Gelgel Aryadi dengan tegas menyatakan, Jumat pagi usai senam, seluruh tim akan turun ke Pasar Anyar. Selain mensosialisasikan kebijakan relokasi, tim juga akan menindak pedagang yang membandel. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2699 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1954 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun