Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Winasa: Sebagai Kader Saya Tidak Kecewa

Negara

Minggu, 27 Januari 2008, 08:53 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pasca turunnya rekomendasi DPP PDIP yang mengusung paket Pastika-Puspayoga, suhu politik di Bali akan mengalami peningkatan. Riak-riak kekecewaan mulai nampak di kalangan kader PDIP di Bali. Bagaimana komentar Prof. Winasa, kader yang tidak mendapatkan rekomendasi? 

Seperti diberitakan sebelumnya, DPP PDI Perjuangan memutuskan pasangan Komjen Pol I Made Mangku Pastika dan Drs. AA Gde Ngurah Puspayoga sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada Provinsi Bali mendatang. Rekomendasi pasangan tersebut ditetapkan DPP Partai dalam rapat pleno yang digelar Sabtu kemarin (26/1) di kantor DPP Partai, Jl. Lenteng Agung No. 99, Jakarta Selatan.

 



Ditemui di kediamannya pagi ini (27/1), Prof. Winasa menyampaikan, sebagai kader PDIP dia patuh dengan mekanisme partai. Apakah tidak kecewa karena tidak mendapatkan rekomendasi? “Kenapa mesti kecewa, sebagai kader saya mengikuti mekanisme partai, masalah ideologi tidak bisa ditawar, saya tetap kader PDIP,” ujar Prof. Winasa.

Lebih lanjut Prof. Winasa mengatakan, dari dulu dia memang tidak pernah mendapatkan rekomendasi dari PDIP. “Ketika maju jadi Bupati Jembrana, saya juga tidak mendapat rekomendasi. Ketika istri saya melamar jadi Bupati Banyuwangi juga tidak mendapat rekomendasi, tapi toh bisa jadi Bupati juga,” ujarnya.Ketika ditanya apa langkah ke depan, Prof. Winasa masih mempelajari dulu, “Hari ini kita ada pertemuan membahas hal ini,”pungkasnya. (gus)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami