Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pemuda Ayan Tewas Kepleset di Sungai
Payangan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Nasib apes dialami oleh I Wayan Jirna (16) asal Banjar Dasong, Desa Bukian, Payangan. Pemuda yang diketahui mengidap penyakit epilepsi ini ditemukan sudah jadi mayat di sebuah sungai oleh sanak keluarganya, Rabu (13/2).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, Rabu pagi, Jirna yang dikenal menghidap penyakit epilepsi (ayan, red) pergi ke sungai untuk mandi. Entah, apa yang menjadi penyebabnya tiba-tiba penyakitnya kumat, dan membuat dirinya terpeleset ke sungai hingga nyawanya tak dapat ditolong.
Pahumas Polres Gianyar, AKP I Made Selamet seijin Kapolres Gianyar, AKBP Dedy Dhia Dharma membenarkan kejadian ini. Berdasarkan laporan yang diterima, Jirna sudah dicari oleh sanak saudaranya sejak Jirna dikabarkan menghilang dari rumah.Namun, begitu pencarian dilakukan di sungai, apes Jirna ditemukan keluarganya sudah menjadi mayat.
"Tak ada tanda-tanda korban mengalami tindakan kekerasan, Jirna murni meninggal karena terpeleset," katanya.Sementara itu, sambung Selamet, sesuai keterangan pihak keluarga, Jirna bakal dikuburkan oleh pihak keluarga sore ini."Kami dengar hari ini, mayat Jirna bakal langsung dikubur," ucapnya. (Art)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun