Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Renovasi Kumbasari Dinilai Lamban
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Renovasi Pasar Kumbasari memang masih menyisakan waktu yang sangat lama. Namun demikian, lambannya proses pengerjaan pasar ini menuai keluhan dari sejumlah pedagang yang berjualan di pasar seni yang sempat terbakar setahun silam ini. Selain disebabkan oleh lambannya proses renovasi, kurangnya lahan parkir dan maraknya calo di pasar ini juga menjadi keluhan tersendiri.
Beberapa pedagang yang ditemui Beritabali.com di Pasar Kumbasari, Selasa (4/3) bahkan mengaku omzetnya terjun bebas, mencapai 90%. Jika sebelumnya mereka bisa meraup laba hingga Rp. 5 juta per hari, kini mereka hanya bisa mendapat untung kurang dari Rp. 50.000 per hari.
Mustafa misalnya. Bapak dua anak yang sehari-harinya berdagang pakaian ini bahkan mengaku omzetnya menurun hingga 95%. Jika sebelumnya ia bisa meraup keuntungan bersih Rp. 2 juta per hari, kini ia hanya mampu memperoleh laba kurang dari Rp. 10.000.
“Dulu sehari berjualan untung saya bisa Rp. 1,5 juta masa. Tapi sekarang dapat Rp. 5.000 saja sudah bersyukur sekali,” keluh Mustafa. Hal senada juga diungkapkan Ayu Artini. Pedagang pernak-pernik khas bali ini mengaku omzetnya turun hingga 90%.“Dulu sehari untung kotornya itu Rp 5 juta.
Tapi sekarang untung bersihnya paling banyak ya Rp. 15.000, kadang Rp. 20.000. Kalau lagi ramai, paling dapat Rp. 50.000,” jelasnya.Menurut Artini, enggannya pembeli mampir ke pasar ini disebabkan oleh minimnya lahan parkir dan maraknya praktek percaloan sehingga mengurangi kenyamanan pembeli.
“Sekarang parkir itu sedikit. Paling hanya cukup untuk parkir pedagang dan pegawai pasar. Selain itu, calo di depan sana (pintu masuk, red) juga banyak. Kalau ada pembeli, mereka langsung mengaku-ngaku punya toko disini, padahal mereka tidak punya. Kalau sudah begitu, kami tidak bisa bilang apa-apa karena kami sering diancam. Harganya juga bisa dinaikkan hingga ratusan persen sama calo-calo itu,” bebernya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun