Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Warga Jembrana Mulai Resah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Isu pencabutan subsidi minyak tanah (mitan) oleh pemerintah kini sudah didepan mata. Kendati baru akan diberlakukan di daerah Jakarta dan sekitarnya, warga yang ada di luar Pulau Jawa pun kini mulai ikut resah. Termasuk pula warga Kabupaten Jembrana. Sulastri, salah satu warga Desa Candikusuma mengaku resah dengan isu pencabutan subsidi tersebut.
Menurutnya, pencabutan subsidi itu akan semakin menekan perekonomian rakyat kecil yang sudah terhimpit. Kendati dirinya sudah mendapat bantuan kompor gas berikut tabung elpiji, namun ia mengaku khawatir menggunakan kompor tersebut. Pasalnya, kompor gas yang meledak di sejumlah daerah lain membuat dirinya takut menggunakan kompor berbahan bakar gas. “Saya takut pakai kompor gas itu, soalnya di berita-berita kan banyak kompor gas hasil konversi yang meledak. Nanti kalau kompor saya meledak bagaimana? Saya kan tidak punya cukup uang untuk berobat. Mana mungkin pemerintah mau bayar biaya berobat saya,” ujar Sulastri dengan nada khawatir.
Sementara itu, Adi Permana, warga Kelurahan Bale Bali Agung mengaku saat ini masih mencari energi alternatif. Namun kemungkinan besar ia akan kembali menggunakan tungku kayu bakar. “Biar murah meriah pakai tungku saja, tinggal beli kayu bakar Rp. 1.000 bisa untuk masak. Kalau tidak, masaknya pakai bensin saja. Kan kalau subsidi minyak tanah dicabut, harga bensin masih lebih murah daripada minyak tanah,” ujar Adi.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan