Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Desa Sembiran Bangun Satu Unit Rumah Tua
BERITABALI.COM, BULELENG.
Desa Sembiran sebagai desa tertua di Buleleng memiliki sejumlah peninggalan adat, seni dan budaya yang harus dilestarikan, salah satunya keberadaan rumah tua yang telah mengalami kepunahan. Melestarikan keberadaan rumah tua yang erupakan warisan nenek moyang warga asli di Desa Sembiran yang terletak di Kecamatan Tejakula, warga Desa Sembiran bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng melakukan pembangunan kembali satu unit rumah tua di Desa Sembiran. “Dalam pengembangan pariwisata budaya di desa ini, kami membangun kembali sebuah rumah tua dengan arsitektur peninggaran rumah leluhur kita dengan memanfaatkan lahan milik desa pakraman," ungkap Perbekel Desa Sembiran, Wayan Samiada.
"Rumah tua yang dibangun dengan rancangan masa lalu itu sepenuhnya dibiayai Pemerintah Kabupaten Buleleng dan selanjutnya dalam pemeliharaannya diberikan kepada warga desa di Sembiran,” ini rumah percontohan yang tidak jauh dari rancangan aslinya yang telah mulai langka,” ujar Samiada. Selain memiliki rumah tua yang unik dan tidak ada duanya di Bali, Desa Sembiran juga memiliki potensi seni dan adat istiadat yang masih bertahan hingga saat ini, bahkan beberapa tarian sakral masih dipentaskan pada saat pelaksanaan upacara di desa setempat, sedangkan pada adat istiadat, warga desa sembiran masih tetap memegang tradisi budaya lama bali baik dalam lingkungan keluarga maupun bermasyarakat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan