Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Polisi Lacak Pembakar Baliho Win-AP
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembakaran Baliho kandidat gubernur dan wakil gubernur yakni Winasa-Alit Putra (paket Win-AP) ukuran 2x3 meter yang terpasang di Desa Patas Kecamatan Gerokgak, mendapat perhatian serius Jajaran Kepolisian. Jumat (9/5) polisi langsung melakukan penelusuran setelah melakukan olah lokasi peristiwa.
“Memang ada laporan dan sudah kita tindak lanjuti, ini masih dalam penyelidkan dan setelah kita ketahui pelakunya akan kita amankan. Ini merupakan langkah awal untuk menjaga pelaksanaan pilgub berjalan aman dan lancar,” ungkap Kapolsektif Gerokgak, AKP. IGN Purnawa. Berdasarkan sejumlah informasi, beberapa orang telah dicurigai sebagai pelaku, utamanya yang berseberangan dengan para pendukung baliho yang dibakar.
”Memang sudah ada beberapa nama, namun kita coba untuk mengintensifkan lagi,” tegas Purnawa. Sebelumnya, Baliho kandidat gubernur dan wakil gubernur Winasa-Alit Putra berukuran 2x3 meter yang terpasang di Desa Patas, Gerokgak, dibakar orang tak dikenal. “Dalam baliho itu berisi tulisan 5 Bebas yang menjadi program Win-AP. Ya, mungkin karena program itu ada yang takut, sehingga baliho dibakar,” ujar seorang pendukung Winasa.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2928 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun