Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ratusan Pengusaha Kerajinan Perak Gulung Tikar
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ratusan pengusahan kerajinan perak di Bali menghentikan sementara seluruh kegiatannya akibat mahalnya harga bahan baku pasca kenaikan harga BBM. Dimana harga bahan baku perak saat ini mencapai Rp. 5.600.000/kilogram padahal sebelumnya hanya mencapai Rp. 4.000.000/kilogram.
Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Kerajinan Perak Bali dari sekitar 300 pengusaha kerajinan perak yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kerajinan Perak Bali, sekitar 60 persen diantaranya mengalami mati suri.
Ketua Asosiasi Pengusaha Kerajinan Perak Bali Wayan Mudita dalam keteranganya di Sanur (11/6) menyatakan mati surinya sebagian besar usaha kerajinan perak di Bali tidak hanya karena kenaikan harga bahan baku semata, tetapi juga akibat menurunya daya beli di tingkat lokal.
Muditha berharap pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk kredit tanpa anggunan (KTA). “Kalau diberikan bantuan dengan KTA dengan waktu 3 tahun, kan sangat berguna bagi pengerajin sehingga bisa meninvestasikan lagi di barang terutama bahan baku,” tegas Mudita.
Muditha menyebutkan pada dasarnya potensi ekspor kerajinan perak Bali cukup tinggi terutama ke negara-negara Eropa dan Amerika. Namun potensi tersebut tidak tergarap akibat mahalnya bahan baku. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun