Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Ribuan Warga Buleleng Mengaku Pasrah
Singaraja
Selasa, 8 Juli 2008,
21:01 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ribuan warga di Buleleng mengaku pasrah dalam pencoblosan Pilkada Bali di Kebupaten Buleleng untuk tidak memilih, pasalnya hingga Selasa (8/7) Kartu Pemilih yang semestinya telah dikantongi belum diterima.
Pengalaman pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng terkait kartu pemilih kembali membias pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2008, betapa tidak, selain ribuan warga tidak mengantongi Kartu Pemilih, hingga terancam hak pilih yang dimiliki hilang alias golput.
“Sampai hari ini saya belum mendapat kartu pemilih, padahal saya bersama keluarga sudah terdaftar, tapi kenyataan di DPT, nama saya juga tidak ada, ya, mau tidak mau dalam Pilgub Bali ini saya golput,†ungkap Yudha, warga Kelurahan Banyuasri.
Selain masalah tidak menerima kartu pemilih, ada juga sejumlah warga dibawah umur justru mendapatkan kartu pemilih, bahkan kartu pemilih itu juga diperoleh anggota TNI dan Polri yang masih aktif.
â€Kok, saya dapat kartu pemilih, saya kan tidak punyai hak untuk itu,†ujar seorang anggota TNI yang bertugas di Kodim 1609 Buleleng.
Menyikapi hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Wayan Rideng mengungkapkan, menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat, “Pilkada Bali dalam prosesnya mengajak respon masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya dan terkait dengan adanya pemilih dibawah umur termasuk anggota TNI Polri aktif akan disikapi sebagai sebuah evalusi,†ungkapnya.
Disisi lain, Ketua KPU Wayan Rideng juga tidak menampik masih ditemukannya Kartu Pemilih Ganda dalam Pencoblosan Pilkada Bali yang diterima sejumlah warga masyarakat,†kondisi ini mari kita sikapi secara bersama agar pelaksanaan Pilgub berjalan dengan sukses,†ujarnya.
Berdasarkan pantauan Beritabali.com di sejumlah Desa dan Kelurahan di Buleleng, sehari menjelang Pencoblosan Pilkada Bali 2008, KPPS masih berjuang keras mendistribusikan kartu pemilih.
Nama yang tertera dalam salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dinilai sangat menyulitkan pendistribusian, utamanya di kantong-kantong penduduk pendatang sehingga masih banyak warga yang belum menerima kartu pemilih.
Ironisnya, beberapa warga yang telah menerima Kartu Pemilihan dan Surat Penggilan mengaku kecewa lantaran dalam satu keluarga melakukan pencoblosan di TPS berbeda, bahkan jaraknya sangat jauh dengan tempat tinggal, sehingga mengancam banyaknya warga yang memilih Golput. (sas)
Pengalaman pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng terkait kartu pemilih kembali membias pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2008, betapa tidak, selain ribuan warga tidak mengantongi Kartu Pemilih, hingga terancam hak pilih yang dimiliki hilang alias golput.
“Sampai hari ini saya belum mendapat kartu pemilih, padahal saya bersama keluarga sudah terdaftar, tapi kenyataan di DPT, nama saya juga tidak ada, ya, mau tidak mau dalam Pilgub Bali ini saya golput,†ungkap Yudha, warga Kelurahan Banyuasri.
Selain masalah tidak menerima kartu pemilih, ada juga sejumlah warga dibawah umur justru mendapatkan kartu pemilih, bahkan kartu pemilih itu juga diperoleh anggota TNI dan Polri yang masih aktif.
â€Kok, saya dapat kartu pemilih, saya kan tidak punyai hak untuk itu,†ujar seorang anggota TNI yang bertugas di Kodim 1609 Buleleng.
Menyikapi hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Wayan Rideng mengungkapkan, menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat, “Pilkada Bali dalam prosesnya mengajak respon masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya dan terkait dengan adanya pemilih dibawah umur termasuk anggota TNI Polri aktif akan disikapi sebagai sebuah evalusi,†ungkapnya.
Disisi lain, Ketua KPU Wayan Rideng juga tidak menampik masih ditemukannya Kartu Pemilih Ganda dalam Pencoblosan Pilkada Bali yang diterima sejumlah warga masyarakat,†kondisi ini mari kita sikapi secara bersama agar pelaksanaan Pilgub berjalan dengan sukses,†ujarnya.
Berdasarkan pantauan Beritabali.com di sejumlah Desa dan Kelurahan di Buleleng, sehari menjelang Pencoblosan Pilkada Bali 2008, KPPS masih berjuang keras mendistribusikan kartu pemilih.
Nama yang tertera dalam salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dinilai sangat menyulitkan pendistribusian, utamanya di kantong-kantong penduduk pendatang sehingga masih banyak warga yang belum menerima kartu pemilih.
Ironisnya, beberapa warga yang telah menerima Kartu Pemilihan dan Surat Penggilan mengaku kecewa lantaran dalam satu keluarga melakukan pencoblosan di TPS berbeda, bahkan jaraknya sangat jauh dengan tempat tinggal, sehingga mengancam banyaknya warga yang memilih Golput. (sas)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026