Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Puluhan Lansia dan Anak-anak Terinjak-injak
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Puluhan warga, lanjut usia (lansia) dan anak-anak terinjak-injak di areal setra atau kuburan Dalem Puri Ubud, Selasa (15/7). Mereka terinjak-injak karena ribuan warga berlari berhamburan menghindari ditabrak oleh Bade pembawa jenasah.
Kejadian ini terjadi sekitar 14.30 sore waktu setempat, saat itu bade pertama dari dua bade memasuki areal dalem Puri Ubud. Ribuan warga yang panik kemudian lari berhamburan ke arah selatan untuk menghindari terjangan bade pembawa jenasah raksasa.
Akibat kejadian ini puluhan warga, baik lansia maupun anak-anak terinjak-injak. Tangis histeris anak-anak terdengar saat orang tua mereka menyelamatkan anak-anaknya dari terjangan warga yang panik. Selain mengakibatkan puluhan orang terinjak, beberapa warung juga hancur diterjang warga.
Untunglah kejadian ini tidak berakibat fatal, semua anak-anak diselamatkan dengan menempatkan mereka di atas mobil yang saat kejadian berada di areal setra atau kuburan. Anak-anak yang terpisah dari orang tuanya diselamatkan oleh aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui adanya jumlah korban hilang atau luka-luka akibat peristiwa ini dan upacara pelebon hingga kini masih berlangsung. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun