Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jero Wacik dan Bupati Cuek
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Indonesia Bersatu, Jero Wacik, mengkritik sikap beberapa Bupati di Indonesia, karena dinilai bersikap cuek terhadap menteri dan juga Presiden SBY.
Hal ini disampaikan Jero dalam sebuah acara di Museum Puri Lukisan, Gianyar, Bali belum lama ini. Menteri kelahiran Singaraja, Bali, pada 24 April 1949 ini menyatakan, dirinya sering menjumpai seorang kepala daerah tingkat dua atau bupati yang bersikap acuh tak acuh atau cuek terhadap dirinya selaku menteri.
"Saya sudah sering mengalami, tidak didampingi bupati jika sedang berkunjung ke suatu daerah. Bahkan Pak SBY sendiri juga sering tidak didampingi bupati. Nanti kalau ada busung lapar saja, baru Pak SBY yang disalahkan," ujarnya.
"Tapi, ya, mau bagaimana lagi, jamannya sekarang memang begini. Yang penting saya tetap tersenyum dan bersabar saja untuk kemajuan pariwisata Indonesia,"ujar Jero Wacik, Rabu (16/7).
Baca juga:
Penembakan Massal di Kanada, 3 Orang Tewas
Di Gianyar, kata Jero Wacik, dirinya merasa bersyukur, karena Bupati Gianyar, Cok Ace, mau datang mendampinginya.
"Kalo tidak saya bisa agak tersinggung, namun tetap tersenyum," kata Jero Wacik, disambut tawa undangan yang hadir pada acara itu. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun