Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
56 Sekaa Ikut Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Mulai Sabtu (19/7) malam hingga Sabtu (12/9) sebanyak 56 sekaa atau kelompok penabuh gambelan gong wanita dan anak-anak akan beradu kemahiran dalam Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak-Anak, di Lapangan Puputan Badung.
"Setiap sekaa akan menunjukkan penampilan terbaiknya bergiliran mebarung atau beradu di Lapangan Puputan Badung," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Bintang Puspayoga selaku penggagas even tahunan ini, di tengah- tengah persiapan Jumat (18/7) siang di Denpasar.
Sekaa gong wanita (SGW) Gita Sancaya Br Kebonkuri Lukluk dan SGW Br Minggir akan menjadi penampil perdana. Disusul SG Anak-anak (SGA) Taruna Mekar Br Batan Poh Sanur Kauh mebarung dengan SG Semarapegulingan Br Anggarkasih Sanur.
Sejak awal parade gong kebyar wanita antar banjar se-Kota Denpasar ini digagas sebagai upaya memberdayakan kaum wanita dalam pembangunan bidang kesenian.
"Lewat event ini kaum wanita menunjukkan bahwa jika diberikan kesempatan dan ada kemauan pasti bisa," jelas Bintang Puspayoga.
Selama ini gong kebyar identik dengan kesenian kaum pria mengingat dinamika yang cukup tinggi. Kini memasuki tahun ke-6, sekaa gong wanita di banjar-banjar bermunculan, bagai jamur di musim hujan.
"Salah satu kriteria utama adalah sekaa sebunan (penabuh berasal dari satu banjar) sebagai upaya memotivasi kelangsungan sekaa," jelasnya.
Dengan sebunan maka anggota sekaa akan lebih mudah berlatih sehingga dapat lestari serta dapat menjadi kebanggaan banjarnya.
"Bahkan kemahiran menabuh dapat menjadi sarana ngaturang yadnya bagi kaum wanita," tegas pecinta jempiring ini.
Selain menjadi emansipasi wanita, gong kebyar juga menjadi sarana pelestarian budaya tradisional Bali. Sehingga tahun ini memasukkan kategori peserta anak-anak.
"Bali diberikan anugerah kekayaan ragam seni budaya sehingga menjadi kewajiban kita untuk mengenal, mencintai dan melestarikannya,"ujarnya. (dev/*)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan