Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Otak Pelaku Diburu Hingga Jawa-Madura
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pasca pengungkapan jaringan uang palsu Jawa-Bali, Sat Reskrim Polres Buleleng terus melakukan penajaman penyidikan. Perburuan pelaku juga diintensifkan hingga ke wilayah Jawa dan Madura.
Terungkapnya jaringan peredaran uang palsu dengan transaksi mencapai Rp 400 juta secara intensif terus dikembangkan Jajaran Polres Buleleng. Bahkan salah seorang pelaku yang disebut-sebut memiliki peranan utama dalam jaringan itu tengah diburu hingga ke Jawa dan Madura.
“Polisi akan terus mengembangkan kasus peredaran uang palsu ini, sebab diduga kuat para pelaku upal itu memiliki jaringan yang sangat kuat. Kita sudah bentuk tim untuk melakukan pengejaran,†ungkap Kapolres Buleleng, AKBP. Rudolf Albert Rodja.
Sebelumnya, berawal dari ditemukannya uang palsu atau upal pecahan seratus ribu beredar di Pasar Seririt, Jajaran Polres Buleleng akhirnya mengungkap sebuah Jaringan peredaran uang palsu Jawa Bali dengan menangkap empat pelaku.
Empat pelaku peredaran uang palsu yang ditangkap Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng diantaranya, Herman Setyawan alias Sigit yang berasal dari Jember, Selamat Hariono alias Arif asal Banyuwangi dan beralamat di Lombok serta dua orang Warga Buleleng, Made Rembawa dan Made Diarta. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun