Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ram Door Macet, Penumpang Panik

Gilimanuk

Sabtu, 4 Oktober 2008, 21:56 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kejadian korsleting yang nyaris membakar ludes LCT Labitra Risa ini membuat penumpang kapal panik. Mereka berlarian menuju ujung dek kapal karena mereka mengira akan terjadi ledakan.

Meski api sudah berhasil dipadamkan, ketegangan penumpang kapal masih berlanjut. Saat kapal sudah berhasil bersandar di dermaga kendatipun tidak sempurna, ram door kapal tidak bisa diturunkan lantaran listrik padam. Penumpang hanya bisa menunggu ABK memperbaiki ram door. Meski sudah berusaha maksimal, ram door tetap saja tidak bisa diturunkan.



Dalam kondisi seperti ini, petugas pelabuhan tidak segera melakukan evakuasi kepada penumpang sehingga penumpang tercekam kecemasan selama sekirat 1 jam. Kecemasan penumpang berakhir saat mereka divekakuasi dengan alat seadanya oleh tim SAR dari Basarnas yang di BKO-kan di Gilimanuk selama arus Lebaran serta dibantu ABK, tukang ojek dan warga.



"Saya takut sekali ketika tahu ada percikan api di ruang mesin, beruntung api bisa dipadamkan,"ujar seorang penumpang. Ratni, penumpang lainya menambahkan dirinya hanya bisa memeluk dua anaknya di ujung dek kapal ketika ABK sibuk memadamkan api. "Saya bigung mau lari kemana karena saat itu kapal masih ditengah laut,"ujarnya.

Setelah semua penumpang berhasil dievakuasi barulah ram door kapal bisa diturunkan. Meski posisi ram door miring, satu persatu sepeda motor, mobil pribadi dan truk berhasil dikeluarkan.



Kapten Kapal, Suhartono, mengatakan karena listrik padam otomatis ram door tidak bisa diturunkan atau dinaikan. "Ram door itu penggeraknya listrik, kalau listrik padam jelas tidak berfungsi,"ungkapnya.

Menurutnya akibat peristiawa itu LCT Labitra Risa sementara tidak bisa beroprasi untuk perbaikan jaringan kelistrikanya. "Yang diperbaiki hanya kelistrikanya saja, sedangkan komponen lainya masih bagus,"imbuhnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami