Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Sekretariat Pramuka Buleleng Ambrol
BERITABALI.COM, BULELENG.
Diguyur hujan sehari penuh, atap dan plafon Sekretariat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng di Jalan Pramuka no. 9 Singaraja ambrol dan menimpa sejumlah alat elektronik dan perlengkapan kantor.
Dari pantauan di lapangan, Sekretariat Pramuka Buleleng yang merupakan Komplek Sanggar Bhakti Pramuka tersebut masih dibiarkan begitu saja. Palang penyangga atap terlihat patah pada bagian sisi selatan hingga membuat atap ambrol dan menjebol plafon.
Untungnya kita sudah selesai melakukan rapat di sekretariat, tiba-tiba saja atap dan plafon jebol. Kita duga akibat guyuran hujan yang terus menerus, apalagi selama ini kita tidak pernah melakukan rehabilitasi bangunan,†ungkap Sekretaris Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng, Nyoman Sudana.
Sementara saksi mata di lokasi peristiwa, Komang Gina menuturkan, sebelum musibah jebolnya Sekretariat Pramuka Buleleng itu terdengar suara gemuruh.
Saat hujan reda saya denga ada suara gemuruh, tiba-tiba saja atap kantor pramuka sudah jebol dan ambrol,†ujarnya.
Musibah yang menimpa bangunan Sanggar Bhakti Pramuka itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja sejumlah kerugian materi belum dapat dipastikan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun