Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tingkat Hunian Hotel Rata-Rata Capai 68%
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tingkat hunian hotel di Bali memasuki liburan akhir tahun rata-rata mencapai 68%. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Bali I Gde Nurjaya ketika ditemui beritabali.com di Renon (30/12).
Over booking tetap terjadi hingga tanggal 2 Januari mendatang.
Namun over booking hanya terjadi pada hotel-hotel di kawasan Kuta, Sanur dan Nusa Dua. Sedangkan untuk hotel di kawasan Buleleng dan Karangasem hanya mencapai 60%.
Nurjaya berharap para pelaku biro perjalanan wisata melakukan distribusi wisatawan secara merata. Selain itu menawarkan tempat-tempat wisata lainnya di Bali dan tidak terpatok pada Kuta, Ubud serta Nusa Dua.
“Bali ini tidak hanya Nusa Dua, Kuta, Ubud, namun Bali ini juga ada daerah-daerah seperti Karangasem dan Buleleng serta Bangli. Persoalannya adalah jarak. Orang sudah terlalu familiar, mendarat di airport dekat dengan Kuta,”jelas I Gde Nurjaya
Sementara mengenai tingkat kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga Desember tahun ini, Nurjaya menyatakan telah mencapai angka1,9 juta wisatawan. Jumlah ini telah melampaui target kunjungan yang sebelumnya ditetapkan mencapai 1,8 juta wisatawan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun