Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Buruh Temukan Sarkopagus Berumur 2000 Tahun
Tegalalang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Buruh Temukan Sarkopagus Berumur 2000 TahunWarga Keramas, Blahbatuh, Selasa (13/1) dihebohkan dengan penemuan peti mati batu atau sarkopagus berisi tulang manusia. Peti mati batu ini diperkirakan ditanam 2000 tahun yang lalu. Warga Keramas, tepatnya di lahan pembuatan batu bata jalan Raya Pura Selukat, Keramas, Blahbatuh, hari ini menemukan peti mati batu dengan panjang 1,5 meter, serta memiliki diameter 1 meter.
Di dalam peti yang sudah rusak karena digali ini, ditemukan tulang manusia yang sudah hancur. Setelah mendapat laporan masyarakat, jajaran Mapolsek Blahbatuh mendatang TKP sekaligus memasang police line. “ Peti mati ini ditemukan pertama kali oleh buruh penggali tanah untuk membuat bata. Mereka kemudian melapor kepada kami, selanjutnya kami melapor ke Mapolsek, “ kata I Made Sukerta, warga Keramas yang juga Kepala Badan Keamanan Desa Keramas.
Di tempat terpisah, Kapolsek Blahbatuh, AKP Imam Tauhid seijin Kapolres menyatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan ke lokasi penemuan. “Pihak aerkologi sudah mengecek ke lapangan, peti ini diperkirakan ditanam 2000 tahun yang lalu,” jelas Imam Tauhid.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun