Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Balai Arkeologi Denpasar Periksa Sarkofagus Keramas
Keramas
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Balai Arkeologi Denpasar Periksa Sarkofagus KeramasSejumlah arkeolog dari Balai Arkeologi Denpasar hari ini mendatangi lokasi penemuan sarkofagus di Keramas Gianyar. Dari hasil pemeriksaan sementara, sarkopagus yang ditemukan buruh batu bata ini diperkirakan berumur 2500 tahun.
Dari hasil pemeriksaan tim Balai Arkeologi Denpasar diketahui sarkofagus atau peti mati batu ini berasal dari jaman 500 tahun sebelum masehi hingga 300 tahun setelah masehi. “Umurnya sudah sangat tua, 2500 tahun lebih. Pada jamannya, sarkopagus ini digunakan untuk penguburan tokoh masyarakat yang mempunyai posisi penting dalam strata sosial mereka. Proses pembuatan sarkofagus ini juga memerlukan tingkat keahlian tinggi,” jelas Wayan Suantika, Kepala Balai Arkeologi Denpasar.
Sarkofagus ini, kata Suantika, berbentuk perahu, dan terdiri dari dua bagian yakni bagian wadah dan penutup. “Pembuatan sarkofagus ini memakai konsep perahu. Ini sebagai symbol kendaraan roh menuju surga. Selain itu juga terdapat bagian yang berfungsi sebagai pegangan sarkofagus saat prosesi penguburan,” imbuh Suantika. Sarkofagus yang ditemukan di Keramas ini, kata Suantika, merupakan sarkofagus yang ke-12 di Desa yang sama. Sarkofagus lainnya juga ditemukan di lokasi lainnya seperti di Desa Pendem.
“Penemuan beberapa sarkofagus ini menunjukkan pada waktu itu sudah ada suatu kelompok masyarakat dengan suatu sistem sosial budaya dan sudah memiliki tokoh yang dianggap penting dalam komunitasnya,” ujar Suantika. Sarkofagus berbentuk perahu berisi tulang belulang manusia ini ditemukan oleh dua orang buruh saat sedang menggali tanah untuk membuat batu bata. Akibat terkena linggis saat penggalian, bagian penutup sarkofagus ini pecah.
Guna mengamankan situs bersejarah ini dari kerusakan lebih parah , di sekelilingnya telah dipasangi garis polisi. Untuk penelitian lebih lanjut, sarkofagus ini rencananya akan dibawa ke Balai Arkeologi Denpasar.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4624 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2234 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan