Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Polda : Prabangsa Diduga Tewas Dibunuh
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
wartawan tewasJajaran Kepolisian Polda Bali menduga AA Prabangsa, wartawan redaktur Koran Radar Bali, tewas dibunuh. Dugaan itu berdasarkan hasil tes tim forensik dan dari hasil penyelidikan tim gabungan Polda Bali.
Demikian dijelaskan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gede Sugianyar, kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (17/02) .
Kombes Sugianyar mengatakan, saat ini saksi pro-justicia yang telah diperiksa di Direktorat Reskrim Polda Bali berjumlah empat orang. Empat saksi ini merupakan saksi dari kalangan keluarga dan termasuk istri korban.
“Kasus ini menjadi prioritas penyelidikan. Kasus ini memiliki banyak kaitan dan semua harus diperiksa. Penyelidikan akan terus diperdalam. Istri dan keluarga korban sudah kita periksa,”tegasnya.
Perwira asal Gianyar ini mengungkapkan, sampai saat ini keterangan saksi belum bisa dipublikasikan. Karena keterangan para saksi hanya bisa dijadikan untuk kepentingan penyelidikan. Pun termasuk motif didalamnya.
Menyoal apakah benar AA Prabangsa, wartawan Redaktur Radar Bali, diduga tewas dibunuh, dibenarkannya.
“Benar, korban diduga tewas dibunuh. Itu merupakan hasil keterangan dari Forensik dan penyelidikan di lapangan,” bebernya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan