Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
7 Ribu Surat Suara Provinsi Rusak
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
calegSebanyak 7 ribu surat suara Caleg Provinsi Bali mengalami kerusakan. Akibatnya, ribuan surat tersebut bakal dikembalikan ke bagian logistik KPU Pusat untuk nantinya diganti dengan surat suara yang baru.
Selain lantaran robek, terdapat garis merah tipis melintang
di atas kertas suara tersebut. Sehingga jika dibiarkan akan menganggu kenyamanan mata.
Ketika dimintai keterangannya Ketua KPUD Gianyar, A.A Putra
didampingi anggota KPUD bagian logistik, Ngakan Oka Sudaryana membenarkan akan kerusakan surat suara tersebut.
“ Ya, kami akan bawa surat suara tersebut ke posko logistik ke KPUD Pusat, untuk nantinya segera diganti, “ paparnya.
Kerusakan paling parah, menurutnya karena garis melintang, soal adanya bercak merah serta surat suara robek relatif masih kecil.
“ Palin parah kerusakan lantaran adanya garis melintang, kerusakan lainnya relatif kecil, “ ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan pantuan di lapangan, di Balai Budaya Gianyar, ratusan tenaga honor KPUD sedang bekerja melipat surat suara.
Pelipatan ini mendapatkan pengamanan ketat dari pihak keamanan. Selain, dibalai Budaya, kesibukan juga terlihat di kantor KPUD Gianyar.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2748 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun