Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Polda : Arak Positif Bercampur Methanol
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Korban tewas akibat meminum arak oplosan di Bali hingga kini udah mencapai 23 orang. Terkait hal ini, Polda Bali memastikan arak yang diminum para korban mengandung methanol yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Kepastian adanya kandungan methanol dalam arak ini diperoleh setelah Labfor Polri Cabang Denpasar melakukan pemeriksaan contoh arak di empat tempat kejadian perkara atau TKP, yakni di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Labfor juga telah memeriksa contoh darah dari salah seorang korban tewas akibat minum arak.
“Dari puluhan botol contoh arak yang diperiksa, semuanya terbukti positif mengandung cairan kimia methanol mencapai 30 persen lebih, yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Efek toxic (keracunan) methanol ini biasanya baru dirasakan 8 hingga 36 jam dan dapat menyebabkan kematian,” jelas Kalabfor Polri Denpasar, Kombespol Muhibin.
Mengenai adanya kandungan methanol dalam arak, Muhibin menyatakan ada tiga kemungkinan yakni ketidaktahuan penjual, faktor kesengajaan untuk mencari untung lebih, serta faktor sabotase karena persaingan binis.
Korban tewas arak methanol hingga kini sudah mencapai 23 orang, tersebar di empat kabupaten. Korban terbanyak ada di wilayah Poltabes Denpasar yakni sebanyak 14 orang.
Hingga saat ini polisi sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Sementara saksi yang sudah diperiksa mencapai 24 orang saksi. (bob)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 733 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan