Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Penjagaan Polisi Ekstra Ketat
Yehembang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kegiatan simakrama yang merupakan agenda rutin bulanan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika ini, tampak dijaga ketat oleh personil polisi. Bukan hanya oleh polisi berseragam, namun juga oleh polisi berpakaian preman maupun adat madya menyesuaikan dengan pakaian undangan.
Ketatnya penjagaan mulai terasa ketika memasuki areal Pura Luhur Rambut Siwi dari gerbang bagian barat. Di tempat tersebut, setidaknya terlihat 10 polisi berpakaian coklat berjaga. Saat menyisir jalan di pinggir pantai menuju parkir, terlihat lagi puluhan Dalmas berseragam coklat berjaga.
Ketatnya penjagaan semakin terasa saat akan menaiki 176 anak tangga menuju pelataran pura. Di mulut tangga, tampak sekitar 8 anggota Brimob berjaga yang dilengkapi dengan *metal detector*. Setiap undangan yang akan masuk ke pelataran pura, tempat simakrama berlangsung, terlebih dulu menjalani pemeriksaan anggota Brimob tersebut.
Sedangkan bagi undangan yang membawa tas, anggota Brimob tersebut melakukan penggeledahan dengan melihat seluruh isi dalam tas yang dibawa undangan. Sedangkan, seorang anggota Brimob tampak siaga dengan sebuah kamera pocket untuk menjepret setiap undangan yang masuk.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2742 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun