Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Ortu Digusur, Anak Bolos Sekolah
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penggusuran yang dilakukan oleh ASDP Gilimanuk terhadap sejumlah pedagang dan ojek membawa dampak yang meluas. Sejumlah pedagang asongan mengaku kalau pasca penggusuran itu penghasilan mereka jauh menurun sehingga terpaksa anak-anak mereka bolos sekolah lantaran tidak tersedianya biaya untuk ongkos kendaraan.
Dari keterangan yang dihimpun di sejumlah pedagang asongan di Parkir Manuver, Kamis (23/7) penggusuran yang dilakukan ASDP Gilimanuk membawa dampak yang cukup signifikan terhadap penghasilan mereka sehari-hari.
“Sejak penggusuran itu pendapatan kami jauh menurun karena pembeli jarang yang mau berbelanja,” ujar salah seorang pedagang asongan.
Mereka juga terpaksa memboloskan anak-anaknya dari sekolah lantaran ketiadaan biaya untuk ongkos transport. “Jangankan untuk beli bensin atau ongkos angkot, untuk makan saja kami sudah kurang. Bagaimana kami bisa hidup. Kalau kondisinya seperti ini, kami merasa seperti dibunuh pelan-pelan,” keluh Bu Komang salah seorang pedagang, Kamis (23/7).
Meski di Jembrana ada kebijakan pendidikan gratis, imbuh Komang, namun masih ada biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan untuk membiayai anak-anak sekolah. “Selama dua minggu ini saya tidak berjualan sehingga tidak ada uang masuk. Anak-anak kami terpaksa banyak yang bolos sekolah karena kami tidak bisa memberinya uang transport,” tandasnya.
Menurut pedagan lainnya, kebijakan penggusuran ini juga membuat mereka tidak mampu membeli dagangan dan membayar dagangan yang telah diambil sebelumnya. “Meski kami tetap berjualan di parkir manuver, percuma saja karena sepi pembeli. Kalau ini berlarut-larut, bisa-bisa kami kelaparan,” ujar salah seorang pedagang lainnya.
Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah pedagang asongan. Mereka mengaku sejak digusur ke parkir manuver penghasilan mereka jauh menurun. “Kalau jualan siang, kondisinya sepi sekali. Tidak ada kendaraan yang parkir. Kalau malam, penumpang tidak ada yang mau turun. Kami ini menjadi bingung, kemana lagi harus mengadu,” kata mereka. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5339 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3442 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2253 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1043 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan